Salin Artikel

Ini Beda Kanada dengan AS dalam Menanggapi Saudi soal Kematian Khashoggi

Salah satunya adalah bagaimana kebijakan pemerintah suatu negara dalam menanggapi sikap Arab Saudi terhadap kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang akhir pekan lalu diakui telah tewas.

Perbedaan sikap kebijakan terlihat antara Kanada dengan AS yang sama-sama memiliki kesepakatan perdagangan senjata dengan Kerajaan Saudi.

Ottawa memiliki kesepakatan penjualan kendaraan lapis baja ringan sebesar 15 miliar dolar Kanada (sekitar Rp 174 triliun) dengan Riyadh.

Sementara Washington, memiliki kesepakatan perdagangan senjata senilai 450 miliar dolar atau Rp 6.827 triliun.

Pemerintah Saudi pada Jumat (19/10/2018) telah mengeluarkan pernyataan bahwa jurnalis Jamal Khashoggi telah tewas saat mengunjungi kantor konsulat di Istanbul.

Pernyataan Saudi itu keluar setelah lebih dari dua pekan hilangnya jurnalis tersebut. Selain itu pernyataan tersebut juga berbeda dengan sebelumnya, di mana Riyadh bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat dalam keadaan sehat.

Melansir dari AFP, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan bahwa pemerintahannya dapat membatalkan kontrak pertahanan dengan Arab Saudi.

Hal tersebut telah tercantum dalam peraturan penjualan peralatan militer Kanada yang melarang penjualan kepada negara yang dimungkinkan bakal menggunakan senjata untuk melanggar hak asasi manusia warga negaranya maupun warga sipil.

"Dalam kontrak ada klausul yang harus dipatuhi dalam kaitannya dengan penggunaan apa yang dijual kepada mereka," kata Trudeau dalam sebuah wawancara.

"Jika mereka tidak mengikuti klausul ini, kami pasti akan membatalkan kontrak," kata Trudeau tegas.

Sikap yang sama juga telah ditunjukkan Jerman. Kanselir Angela Merkel mengumumkan niat menangguhkan penjualan persenjataan ke Arab Saudi buntut tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Tahun ini Jerman telah menyetujui penjualan senjata ke Riyadh sebesar 416,4 juta euro atau Rp 7,2 triliun.

Berbeda dengan Kanada dan Jerman, AS di bawah Presiden Donald Trump justru berulang kali mengatakan tidak ingin membahayakan kesepakatannya dengan Riyadh terkait penjualan persenjataannya.

"Kami memiliki (kesepakatan senilai) 450 miliar dolar (Rp 6.827 triliun), 110 miliar dolar (Rp 1.668 triliun) di antaranya adalah perintah militer."

"Ini lebih dari satu juta pekerjaan dan tidak akan membantu bagi kami jika membatalkan pesanan itu."

"Itu (pembatalan) hanya akan lebih menyakiti kita jauh daripada mereka," kata Trump menambahkan Riyadh bisa mendapat senjata dari negara lain seperti China dan Rusia.

"Tapi tetap ada hal lain yang bisa dilakukan, termasuk sanksi," imbuh Trump.

https://internasional.kompas.com/read/2018/10/22/16000081/ini-beda-kanada-dengan-as-dalam-menanggapi-saudi-soal-kematian

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.