Biayai Liburan Istri, Pria di Australia Curi Emas 4 Kg dari Tambang - Kompas.com

Biayai Liburan Istri, Pria di Australia Curi Emas 4 Kg dari Tambang

Kompas.com - 14/02/2018, 09:10 WIB
Emas yang dicuri Joseph Cresp. (WA Police via Australia Plus)
Emas yang dicuri Joseph Cresp. (WA Police via Australia Plus)


KALGOORLIE, KOMPAS.com - Seorang pria di Kalgoorlie, Australia Barat, mencuri emas bernilai lebih dari 200.000 dollar Australia atau sekitar Rp 2 miliar dari sebuah pertambangan untuk membiayai liburan istrinya.

Kendati terbukti bersalah, Joseph Andrew Cresp (52) tidak dijatuhi hukuman penjara karena menunjukkan penyesalan.

Sebelumnya, dia bekerja di Pertambangan Sunrise Dam Gold Mine, ketika dia mencuri emas tersebut pada Februari tahun lalu.

Dalam persidangan terungkap Cresp bekerja sebagai tukang pompa di pertambangan. Kemudian, dia melihat ada gumpalan emas seberat 4 kg terjatuh dari salah satu kereta pengangkut barang tambang.

Baca juga : 950 Pekerja Terjebak dalam Tambang Emas di Afrika Selatan

Jaksa penuntut Fiona Clare mengatakan Cresp menyembunyikan emas itu di lemari penyimpanannya milikknya, dan dibawa pulang ke rumahnya di Kalgoorlie.

"Dia melihat adanya bongkahan emas dan ingin memberikan kejutan bagi istrinya yang akan berulang tahun," katanya.

Jaksa mengatakan Cresh bermaksud menggunakan emas itu untuk membiayai liburan keluarga ke Yunani.

Setelah dikenai tuduhan melakukan penipuan dan pencurian sebagai pekerja, Cresp mengaku bersalah atas kedua tuduhan tersebut dalam persidangan tahun lalu.

Namun, dalam keputusan pengadilan Senin (12/2/2018), hakim tidak menjatuhkan hukuman penjara, tetapi hukuman percobaan selama dua tahun.

Berusaha menjual emas

Detektif dari Kepolisian Australia Barat menangkap Cresp pada Juni 2017, setelah dia menjual sebagian dari emas itu 90.000 dollar Australia atau sekitar Rp 900 juta di Perth.

Menurut Jaksa, Cresp menghubungi seorang pemilik toko emas di kawasan Perth Timur dan menawarkan satu kilogram logam mulia tersebut.

Ketika kemudian pemilik toko itu berusaha menjual bongkahan emas itu ke perusahaan negara pelebur emas Perth Mint, namun tidak bisa memberikan keterangan mengenai asal usul emas tersebut.

Baca juga : Terjebak 30 Jam, Seluruh 955 Pekerja Tambang di Afrika Selatan Selamat

Menurut pengacara Cresp, Kim Samiotis, ketika peristiwa itu terjadinya kliennya sedang mengalami kesulitan keuangan, menderita depresi dan salah seorang putrinya sakit.

Dia mengatakan Cresp hanya menghabiskan 6.000 dollar Australia atau Rp 64 juta dari Rp 900 juta hasil penjualan emas untuk liburan, memperbaiki mobil, dan bantuan keuangan bagi putri tertuanya.

"Sisa dari emas yang lain masih tersimpan aman di rumahnya."

Samiotis mengatakan kliennya sebenarnya berniat untuk mengembalikan emas dan uang, dan juga sudah bekerjasama penuh dengan polisi ketika rumahnya digrebek Mei lalu.


Komentar

Close Ads X