Diduga Tertekan di Sekolah, Seorang Remaja di China Coba Bunuh Diri - Kompas.com

Diduga Tertekan di Sekolah, Seorang Remaja di China Coba Bunuh Diri

Ervan Hardoko
Kompas.com - 11/01/2018, 19:45 WIB
Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang polisi di kota Yiwi, provinsi Zhejiang, China sukses menyelamatkan seorang remaja yang akan melompat dari lantai 18 sebuah gedung pada Minggu (7/1/2018).

Fu Guoping, wakil kepala kepolisian Yiwu, mengatakan, dia dan koleganya merespon panggilan dari teman remaja itu.

Laporan itu mengatakan, seorang remaja laki-laki mengunggah pesan di media sosial yang mengatakan dia berada di kediamannya dan berencana bunuh diri.

Saat polisi tiba di gedung apartemen tempat remaja itu tinggal, mereka menemukan sang bocah yang hanya disebut bernama Xiaoxin, duduk di jendela dengan kaki menggantung di sisi luar.

Baca juga : Pelajar China Tewas Usai Disuruh Gurunya Melompat dari Gedung

"Kami mencoba berbicara dengan anak itu, tetapi dia hanya memandang sekilas dan menolak berbicara," kata petugas polisi, Tao Yiqun.

Tak lama setelah polisi datang, ibu Xiaoxin tiba di apartemen tersebut. Saat Xiaoxin menengok untuk melihat ibunya, Fu Guoping melihat sebuah kesempatan.

Dia lalu menyambar lengan Xiaoxin dan menariknya masuk ke dalam ruangan apartemen.

Polisi kemudian menemukan selembar catatan yang ditulis bocah itu, tentang alasannya ingin bunuh diri.

"Maafka saya. Saya harap kalian menuliskan lirik lagu berbahasa Inggris 'Never Grow Old' di batu nisan saya," demikian pesan Xiaoxin.

Lagu yang dimaksud mungkin adalah lagu rohani Amerika Where We'll Never Grow Old, karya James Moore pada 1941.

Lagu ini sudah dibawakan berbagai penyanyi misalnya Aretha Franklin dan Johny Cash.

Ibu kandung Xiaoxin mengatakan, putranya itu kerap mengeluh merasa tertekan di sekolah dan depresi setelah hasil ujiannya tak memuaskan.

Sang ibu juga mengatakan, sebagai orangtua dia dan suaminya terlalu sibuk bekerja dan hasilnya tak memiliki waktu cukup luang bersama putra mereka.

Baca juga : Disiksa dan Dibuang ke Jurang, Bocah China Bertahan Hidup

Orangtua yang terlalu menuntut, pekerjaan sekolah yang tak ada habisnya, dan ketatnya persaingan menuju universitas dituding menjadi penyebab tingginya tingkat bunuh diri anak-anak di China.

Harian China Daily melaporkan, menurut data Komisi Keluarga Berencana dan Kesehatan Nasional sebanyak 500 murid sekolah dasar dan menengah bunuh diri setiap tahun karena tekanan di sekolah.


PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
SumberSCMP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM