Krisis Catalonia Lumpuhkan Politik Spanyol - Kompas.com

Krisis Catalonia Lumpuhkan Politik Spanyol

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 06/12/2017, 11:34 WIB
Demonstran mengibarkan bendera Spanyol dan mendukung polisi dalam aksi demonstrasi mendukung Spanyol bersatu di hari referendum kemerdekaan yang dilarang di Catalonia, Madrid, Spanyol, Minggu (1/10/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/RAFAEL MARCHANTE Demonstran mengibarkan bendera Spanyol dan mendukung polisi dalam aksi demonstrasi mendukung Spanyol bersatu di hari referendum kemerdekaan yang dilarang di Catalonia, Madrid, Spanyol, Minggu (1/10/2017).

MADRID, KOMPAS.com - Krisis Catalonia yang terjadi sejak 1 Oktober tidak sekedar menuai sorotan dari masyarakat internasional.

Keinginan Catalonia memerdekakan diri dari Spanyol juga melumpuhkan politik Negeri Matador itu.

Dorongan kemerdekaan, yang membuat Spanyol jatuh di krisis terbesar sejak era kediktatoran Jenderal Franco, membuat parlemen terpecah sehingga setiap produk legislasi yang dibuat sulit tercapai.

"Fakta ini hanya akan membuat kaum legislatif tidak produktif," kata peneliti Dewan Peneliti Nasional Spanyol, Jose Fernandez Albertos, seperti dikutip AFP Rabu (5/12/2017).

Salah satu bentuk ketidakproduktifan itu terlihat dari belum disahkannya anggaran 2018.

Baca juga : Spanyol Tarik Perintah Penangkapan Eropa kepada Pemimpin Catalonia

Partai Populer (PP), partai pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy, dan sekutunya seperti Ciudadanos maupun Kepulauan Canary membutuhkan dukungan untuk meloloskan rancangan anggaran 2018.

Mereka berusaha mendekati lima anggota parlemen dari partai nasionalis Negara Basque, PNV, sebelum anggaran bisa lolos.

Namun, PNV memutuskan menolak rancangan itu sebagai aksi solidaritas atas pembekuan otonomi Catalonia yang dilakukan Rajoy.

Akibatnya, anggaran harus menunggu setidaknya hingga pemilu 21 Desember mendatang.

Saatnya Mendengarkan Daerah Lain
Krisis Catalan berawal dari ketidakpuasan karena mereka tidak diperbolehkan mengelola anggaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pemangku kebijakan dari Partai Sosialis, Meritxell Batet menyatakan sudah saatnya pemerintahan Rajoy mendengarkan ke-16 daerah semi-otonomi yang lain.

Jika tidak, mereka bisa mengikuti jejak Catalonia untuk memisahkan diri dari Madrid.

"Yang diperlukan Spanyol sekarang adalah kebijakan yang lebih mengakomodasi daerah otonomi yang lain," kata Batet dilansir dari AFP.

Batet berkata kepada Menteri Keuangan Cristobal Montoro dan Ketua Ciudadanos Albert Rivera, berbagai kebijakan Spanyol saat ini tidak memihak daerah.

"Spanyol harus segera membuat suatu proyek demi masa depan negara," tegas Batet.

Profesor Konstitusi Universitas UNED, Antonio Torres del Moral berujar, Rajoy telah mengakui kondisi politik di Spanyol saat ini tengah goyah.

"Dia sengaja tidak mengambil risiko untuk membuat kebijakan baru. Dia salah satu dari sedikit politisi yang berpikir waktu bakal memperbaiki segalanya," ujar Moral.

Baca juga : PM Spanyol: Jangan Biarkan Kelompok Separatis Menang di Pemilu Catalonia

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM