Akibat Gejolak Politik, Jumlah Turis di Catalonia Berpeluang Anjlok - Kompas.com

Akibat Gejolak Politik, Jumlah Turis di Catalonia Berpeluang Anjlok

Veronika Yasinta
Kompas.com - 07/11/2017, 10:12 WIB
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Spanyol dan berteriak di depan balai kota dalam sebuah demonstrasi mendukung persatuan Spanyol sehari sebelum referendum kemerdekaan 1 Oktober yang dilarang di Catalonia, di Madrid, Spanyol, Sabtu (30/9/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/SERGIO PEREZ Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Spanyol dan berteriak di depan balai kota dalam sebuah demonstrasi mendukung persatuan Spanyol sehari sebelum referendum kemerdekaan 1 Oktober yang dilarang di Catalonia, di Madrid, Spanyol, Sabtu (30/9/2017).


BARCELONA, KOMPAS.com - Divisi pariwisata Catalonia memperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung akan menurun 10 persen hingga 12 persen pada kuartal keempat tahun ini.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh gejolak politik menyusul adanya referendum 1 Oktober 2017  mengakibatkan sejumlah pejabat penting Catalonia dipenjara. Sementara, presiden tersingkir Catalonia Carles Puidgemont kabur ke Belgia.

Penurunan jumlah turis itu setara dengan potensi perputaran uang di bidang pariwisata hingga 450 juta euro atau Rp 7 triliun.

Dilansir dari VOA, Senin (6/11/2017), pejabat pariwisata Catalonia, Patric Torren mengatakan, potensi anjloknya wisata itu disebabkan penurunan perjalanan bisnis, termasuk acara-acara konvensi.

Kalangan ekonom mengkhawatirkan makin memburuknya lingkungan bisnis di Catalonia, terlebih sekitar 1.500 perusahaan telah angkat kaki dari wilayah tersebut.

Baca juga : Spanyol Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Catalonia

Hal tersebut memicu ketidakpastian ekonomi, bahkan lembaga pemeringkat kredit Moody's memperingatkan adanya kemungkinan pemulihan keuangan yang sulit di Catalonia.

Moody's meyakini ketidakstabilan politik Catalonia akan berdampak negatif, khususnya sentimen investor asing dan sektor pariwisata.

Industri pariwisata merupakan pendorong utama perekonomian di Catalonia, sebagai wilayah terkaya di Spanyol.

Torrent mengaku telah bertemu dengan Menteri Energi, Pariwisata dan Digital Spanyol, Alvaro Nadal.

Menurut keterangannya, Nadal meminta kebijakan wisata di Catalonia tetap berjalan seperti biasa, hingga diselenggarakan pemilu pada 21 Desember 2017.

"Jalan-jalan sudah berjalan normal, restoran juga beroperasi seperti biasa. Tujuan kami mengembalikan situasi yang sama (sebelum gejolak politik)," katanya.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
SumberVOA News
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM