Wakil Mugabe Lari ke Afrika Selatan karena Diancam akan Dibunuh - Kompas.com

Wakil Mugabe Lari ke Afrika Selatan karena Diancam akan Dibunuh

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 09/11/2017, 12:03 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin kembali memberlakukan hukuman mati di negaranya.Phill Magakoe / AFP Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin kembali memberlakukan hukuman mati di negaranya.

HARARE, KOMPAS.com - Pasca-pemecatan oleh Presiden Robert Mugabe, mantan Wakil Presiden, Emmerson Mnangagwa dilaporkan menuju perbatasan Afrika Selatan.

Los Angeles Times memberitakan Kamis (8/11/2017), Mnangagwa mengungsi dari Zimbabwe karena dia dan keluarganya diincar oleh rezim Mugabe.

Hal itu diketahui dari dokumen setebal lima halaman yang ditandatangani setelah berada di Afrika Selatan.

Dalam dokumen tersebut, Mnangagwa mengkritisi istri Mugabe, Grace Marufu, berusaha untuk membunuh dirinya.

Salah satunya terjadi Agustus lalu. Saat itu, tokoh 75 tahun tersebut divonis menderita kerusakan hati.

Baca juga : Mugabe Pecat Wakilnya demi Muluskan Jalan Sang Istri Jadi Presiden

Penyebabnya, Mnangagwa mengonsumsi racun lewat es krim ketika berada di Gwanda, sebelah utara Zimbabwe.

Selain itu, Mnangagwa menkritisi Mugabe dan istrinya karena dianggap menghancurkan ZANU-PF.

"Kalian tidak bisa seenaknya menjalankan partai seperti properti pribadi kalian," kecam Mnangagwa.

Mnangagwa juga menyatakan Mugabe adalah sosok "keras kepala yang yakin bisa memimpin Zimbabwe sampai mati".

Mnangagwa melanjutkan, dia akan kembali ke Zimbabwe untuk menantang Mugabe dalam pemilihan presiden tahun depan.

Harare, melalui Menteri Pendidikan Tinggi Jonathan Moyo, menanggapi pernyataan Mnangagwa dengan mengatakan wakil berusia 75 tahun itu dituduh mencuri 15 miliar dolar AS, Rp 202 triliun, dari penjualan berlian.

Mugabe juga menyatakan Mnangagwa adalah seorang pembelot.

"Aku tahu orang seperti apa dia. Mengira bisa menjadi presiden dengan berada di belakangku. Namun, aku tidak mati maupun mengundurkan diri," tegas Mugabe seperti dikutip BBC.

Sebelum keputusan memecat Mnangwa diketok Senin (6/11/2017), Mnangagwa adalah sekutu Mugabe yang paling loyal.

Bersama Mugabe, Mnangagwa ikut membantu pembebasan Zimbabwe, dan mendapat julukan "Buaya".

Namun, keinginan Grace untuk menjadi presiden membuat Mugabe harus memilih mendepak Mnangagwa.

Baca juga : Sebut Mugabe Pria Penyakitan, Perempuan AS Ditahan di Zimbabwe

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM