Ladeni Gertakan Trump, Maduro Yakin Putin Bakal Sokong Venezuela - Kompas.com

Ladeni Gertakan Trump, Maduro Yakin Putin Bakal Sokong Venezuela

Kompas.com - 05/10/2017, 15:35 WIB
Presiden Nicolas Maduro FOTO REUTERS Presiden Nicolas Maduro

MOSKWA, KOMPAS.com - Dalam sebuah kunjungan ke Moskwa, Rabu (4/10/2017), Presiden Nicolas Maduro mengaku yakin Rusia akan membantu Venezuela menghadapi Amerika Serikat.

"Saya yakin, meski kami tidak bertanya, kami akan diberi lebih banyak dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan kedaulatan Venezuela," kata Maduro, seperti dikutip laman Fox News.

Komentar tersebut terkait dengan pernyataan Presiden Donald Trump pada Agustus lalu, yang menyebut AS mempertimbangkan "opsi militer" untuk menstabilkan Venezuela.

Negara itu telah diganggu oleh gejolak ekonomi dan kerusuhan sipil.

Baca: Venezuela Tegaskan Takkan Menyerah kepada Kekuatan Imperialis AS

Maduro mengatakan, dia telah sepakat untuk membahas kerja sama militer dengan Pemerintah Rusia minggu depan.

Pemimpin Venezuela tersebut mengucapkan terima kasih kepada Rusia.

Mereka pun menyinggung tentang sikap saling menghormati antara mantan pemimpin Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Maduro menambakan, kerja sama kedua negara telah membuat pasukan Venezuela tiga kali lebih kuat selama 15 tahun terakhir.

"Putin adalah pemimpin dunia yang sedang berkembang, dunia yang ingin kita tinggali. Putin membawa bendera kesopanan, martabat, dan perdamaian," tambah Maduro.

Ketegangan antara AS dan Venezuela telah meningkat ke level tertinggi setelah Maduro merebut institusi demokrasi dan membungkam para pemrotes yang menyuarakan penolakan terhadap rezim sosialis.

Para pendemo menuduh rezim itulah yang telah membuat negara tersebut mengalami kesengsaraan ekonomi yang mendalam.

Ancaman intervensi Trump sekaligus mengkonfirmasi ketakutan pemimpin Venezuela, yang telah lama menuduh AS mencampuri politik dalam negeri mereka.

AS pun diyakini, secara diam-diam, bersiap untuk menggulingkan rezim sosialis.

Di Moskwa, Maduro mengatakan, ancaman AS tidak boleh diabaikan. Dia pun menilai, Trump telah melakukan gertakan terhadap negaranya.

Dia menyebut, Venezuela adalah negara yang relatif kecil dengan jangkauan global yang minim. 

Venezuela pun  tidak memiliki senjata nuklir atau pangkalan militer di negara lain.

Meski demikian, menurut Maduro, AS seharusnya tidak mengabaikan kekuatan militer yang ada di Venezuela.

"Kami memiliki sejarah yang gemilang di medan perang," tegas Maduro.

Baca: Serangan Siber Besar Hantam Venezuela, 7 Juta Orang Tak Bisa Pakai HP

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM