Kala Informasi Penerbangan di Bandara Dubai Memakai Bahasa Jawa Halus Halaman 1 - Kompas.com

Kala Informasi Penerbangan di Bandara Dubai Memakai Bahasa Jawa Halus

Kompas.com - 06/08/2017, 09:12 WIB
Bandara internasional Dubai.MARWAN NAAMANI / AFP Bandara internasional Dubai.

DUBAI, KOMPAS.com - Di Bandara Internasional Dubai, sejumlah penumpang terpingkal ketika mendengar informasi penerbangan yang menggunakan bahasa Jawa halus.

''Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade ...,'' begitu bunyi pengumuman penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta di Bandara Dubai, bandara internasional tersibuk di dunia.

Paham maksudnya? Ini adalah Bahasa Jawa halus, yang dalam bahasa Indonesia berarti 'permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan....'

Alasan bahasa tersebut dipakai, menurut Divisional Vice President Emirates, Walter Riggans, adalah untuk memudahkan penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris atau Arab saat proses naik ke pesawat.

''Ini supaya penumpang di Bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris atau Arab bisa merasa nyaman. Bersama pihak bandara, kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yang bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang,'' papar Riggans.

Baca: Pesawat Emirates Terbakar Saat Mendarat di Bandara Dubai

"Ini sangat membantu mempercepat proses naik pesawat,'' kata Riggans kepada BBC Indonesia lewat surel.

Emirates juga menekankan, yang mereka gunakan bukan sekadar bahasa Jawa, tetapi bahasa Jawa halus.

Sejumlah penumpang, yang memahami bahasa Jawa, di ruang tunggu yang mendengar pengumuman dalam Bahasa Jawa, malah puas tertawa.

''Kaget benar, boarding announcement-nya pakai Bahasa Jawa. Saya ketawa-ketawa bareng orang Indonesia yang lain,'' kata Wahyu Pratomo, seorang warga Bandung yang sedang dalam penerbangan Amsterdam-Jakarta dan transit tiga jam di Dubai.

Padahal di ruang tunggu, kata Wahyu, orang beretnis Jawa bukan mayoritas.

''Orang Indonesia beberapa, tapi sepertinya tidak mayoritas orang Jawa. Banyak orang bule dan Arab juga,'' ungkapnya.

''Turis Jerman yang duduk di sebelah sempat tanya: Bahasa apa sih ini? Bagus juga di telinga.'' Saat itu juga, video tersebut diunggah ke Instagram Story @wahyupratomo dan akun YouTube.

Page:
EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM