Timor Leste Terus Desak Perubahan Batas Laut dengan Australia - Kompas.com

Timor Leste Terus Desak Perubahan Batas Laut dengan Australia

Kompas.com - 13/05/2017, 09:00 WIB
Kompas.com/Icha Rastika Mantan Presiden Timur Leste Ramos Horta.

DARWIN, KOMPAS.com - Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menyatakan, presiden terpilih Francisco Guterres akan kembali mendorong perlunya perubahan batas laut antara negara itu dengan Australia.

Menurut Ramos-Horta, hubungan Timor Leste dengan Australia terlalu penting untuk berubah secara dramatis.

Namun, katanya, Guterres, yang juga akarab disapa Lu-Olo, akan memperbarui desakan negaranya untuk perubahan batas laut antara Timor Leste dan Australia.

Baca: Timor Leste Cabut Kasus Spionase Lawan Australia

Australia dan Timor Leste saat ini sedang menegosiasikan ulang batas laut kedua negara, karena perjanjian sebelumnya dibatalkan setelah terungkap agen mata-mata Australia menyadap kantor pemerintahan Timor Leste selama perundingan.

Perjanjian yang sekarang tidak berlaku tersebut menempatkan 80 persen ladang minyak dan gas di wilayah Greater Sunrise bernilai sekitar 40 miliar dolar AS masuk dalam wilayah Australia.

Ramos-Horta, peraih Nobel yang menjadi presiden 2007-2012, memperkirakan presiden terpilih Guterres akan mempertahankan desakan untuk menentukan batas yang seimbang, yang akan membuat Great Sunrise sepenuhnya berada di wilayah Timor Leste.

Keamanan energi menjadi isu politik besar di Australia beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya potensi kekurangan gas di sejumlah bagian negara.

Namun, Timor Leste merupakan negara kecil yang sedang mendiversifikasi ekonominya 17 tahun setelah merdeka menyusul perjuangan berdarah selama 25 tahun melawan Indonesia setelah Portugis meninggalkan pulau itu pada 1975.

Ramos-Horta akan berbicara dalam acara Darwin Press Club dan Fakultas Hukum Charles Darwin University di Kota Darwin Kamis (11/5/2017) malam.

Baca: Timor Leste-Australia Akhiri Perjanjian Batas Wilayah Maritim

Dalam wawancara menjelang kegiatan itu, Ramos-Horta mengatakan, begitu batas tersebut disetujui, akan ada kesempatan kedua negara bekerja sama memanfaatkan cadangan energi di kawasan itu.

"Australia adalah negara terdekat [ke Timor Leste], masuk akal bagi kami untuk terlibat dengan Australia terkait keamanan energi dengan bersama-sama mengambil manfaat dari eksplorasi, komersialisasi sumber daya di Laut Timor bersama," katanya.

Dia menambahkan bahwa negaranya juga menginginkan bantuan Australia dalam masalah keamanan maritim seperti penyelundupan manusia dan penangkapan ikan secara ilegal.

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM