Timor Leste Cabut Kasus Spionase Lawan Australia

Kompas.com - 26/01/2017, 05:15 WIB
Australia Plus Aksi spionase memberi Australia keuntungan yang tidak adil dalam negosiasi pendapatan tambang gas, senilai miliaran dollar.

SINGAPURA, KOMPAS.com — Timor Leste telah mencabut kasus mata-mata terhadap Australia sebagai bagian dari negosiasi untuk menyelesaikan sengketa lama atas batas maritim permanen di Laut Timor.

Setelah sepekan pembicaraan konsiliasi di Singapura, kedua negara mengumumkan, Timor Leste telah sepakat untuk mencabut kasus mata-mata sebagai bagian dari "itikad baik" negosiasi demi menyelesaikan sengketa atas batas-batas maritim.

Dalam pernyataan bersama, kedua negara juga mengatakan, mereka akan berkomitmen untuk menyelesaikan batas maritim permanen, paling lambat September tahun ini, seperti dilaporkan ABC News, Rabu (25/1/2017).

Pembicaraan tersebut adalah hasil dari upaya Timor Leste untuk membawa Australia ke PBB, tahun lalu, demi konsiliasi wajib untuk menyelesaikan sengketa perbatasan.

"Pengumuman hari ini menunjukkan proses konsiliasi yang didukung PBB di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang membuahkan hasil," sebut Profesor Michael Leach dari Universitas Swinburne.

Kasus spionase—yang terkait dengan dugaan mata-mata Australia di luar negeri (ASIS)—tersebut menimpa Timor Timur selama negosiasi perjanjian Pengaturan Batas Maritim Tertentu di Laut Timor (CMATS) 2016 yang mengatur pendapatan dari tambang gas "Greater Sunrise" di Laut Timor.

Timor Leste menduga, aksi spionase itu memberikan Australia keuntungan yang tidak adil dalam negosiasi pendapatan, berpotensi senilai miliaran dolar.

Informasi kunci:

• Kasus spionase dicabut sebagai bagian dari tujuan yang lebih luas untuk menyelesaikan sengketa batas maritim.

• Kasus tersebut terkait dengan dugaan spionase oleh Australia pada tahun 2006.

• Tenggat waktu untuk menyelesaikan sengketa secara keseluruhan adalah bulan September.

Setuju diakhiri

Awal bulan ini, Timor Leste mengatakan kepada Australia bahwa pihaknya hendak mengakhiri perjanjian CMATS, keputusan yang diterima Australia.

Halaman:


EditorPascal S Bin Saju
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X