PBB Desak Turki Selidiki Dugaan Pembunuhan 2.000 Orang di Wilayah Kurdi - Kompas.com

PBB Desak Turki Selidiki Dugaan Pembunuhan 2.000 Orang di Wilayah Kurdi

Kompas.com - 10/03/2017, 22:08 WIB
. .

GENEVA, KOMPAS.com - Lembaga PBB untuk Hak Asasi Manusia, Jumat (10/3/2017) mengeluarkan desakan kepada Pemerintah Turki untuk menyelidiki dugaan pembunuhan besar di wilayah tenggara negara itu.

Dalam laporan terbaru disebutkan, ada dugaan kekerasan, termasuk rangkaian aksi pembunuhan melawan hukum, dan penghancuran 1.800 bangunan.

Hal itu terjadi sepanjang operasi keamanan di tenggara Turki, yang berlangsung selama 18 bulan.

Berdasarkan data "pemantauan jarak jauh", laporan tersebut menitikberatkan aksi kekerasan yang terjadi pada periode Juli 2015 hingga Desember 2016.

Disebutkan, ada 2.000 orang, termasuk 1.200 penduduk lokal dan 800 anggota pasukan keamanan yang tewas.

Kemudian, tak kurang dari 355.000 orang dilaporkan mengungsi dari kawasan itu. 

Dalam laporan sepanjang 25 halaman itu, termuat hal hal terkait operasi keamanan setelah gelombang serangan teroris di Turki, upaya kudeta yang gagal, dan foto-foto citra satelit.

Juga ada sejumlah informasi dari berbagai sumber lain.

Dengan laporan ini, PBB mendesak Turki untuk melakukan investigasi sehingga para pelaku yang bertanggungjawab bisa diseret ke muka hukum.

Selain itu, Turki juga dituntut untuk melakukan langkah rehabilitasi terhadap para korban dan keluarga menyusul pelanggaran hak asasi yang terjadi di sana.

Penyelidik PBB gagal mendapatkan akses ke kawasan etnis Kurdi yang lebih luas di wilayah tenggara Turki tersebut. Meskipun telah dilakukan upaya selama satu tahun.

Juru bicara Rupert Colville, seperti diberitakan AP,  menyebut, Ankara tak memberikan alasan gamblang terkait tak diberikannya akses tersebut.

Ankara hanya mengatakan, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB  Zeid Ra'ad al-Hussein yang dapat mendapatkan akses itu. 

Colville menyebutkan, investigasi iini mungkin menjadi masalah domestik Turki, namun hal itu perlu dilihat secara independen dan tak berpihak. 

Disebutkan pula, Pemerintah Turki mengindikasikan bahwa pihak Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang oleh Ankara, dan negara Eropa sebagai kelompok teroris, melakukan serangan kepada pasukan keamanan.

PKK juga membunuh dan melukai sejumlah anggota pasukan. 

Laporan ini menyebutkan Turki telah menghadapi tantangan rumit sejak kudeta yang gagal pada bulan Juli lalu.

Namun kemudian disebutkan pula, bahwa langkah-langkah dalam keadaan darurat memiliki penilaian yang relatif. Sebagian besar langkah itu ditujukan kepada kelompok opisisi dan Kurdi.

Pihak Kementerian Luar Negeri Turki hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentar atas laporan PBB ini. 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM