Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Siksa Anak 4 Tahun sampai Mati, Ibu dan Ayah Tiri Dipenjara 30 Tahun

Sabtu, 3 Agustus 2013 | 08:28 WIB
Kompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan bayi

 

LONDON, KOMPAS.com — Seorang ibu asal Polandia dan pasangannya dijatuhi hukuman penjara maksimum 30 tahun penjara oleh pengadilan Inggris, Jumat (2/8/2013). Mereka dituduh secara sistematis menyiksa seorang anak berumur 4 tahun sampai tewas. 

Magdelena Luczak dan Mariusz Krezolek dinyatakan terbukti menyiksa Daniel Pelka dalam enam bulan terakhir. Anak berusia 4 tahun ini kadang dibenamkan dalam air, dikurung dalam kamar terkunci, dan dipaksa makan garam. Daniel akhirnya tewas akibat siksaan keras yang mengakibatkan cedera pada kepalanya. 

Kantor berita AFP hari Jumat melaporkan, Laura Cox, hakim Pengadilan Birmingham Crown di Inggris tengah yang mengadili kasus ini, menegaskan, kasus ini sungguh mengejutkan, mengganggu, dan melibatkan aksi brutal dan kejam yang sulit dibayangkan. Dengan penegasan itu, Cox menjatuhkan vonis 30 tahun penjara kepada pasangan tersebut.

Menyusul vonis tersebut, mencuat pertanyaan lain. Pertanyaan itu mempersoalkan ayah tiri Daniel, Krezolek, yang tidak pernah dideportasi dari Inggris meski telah tiga kali dipenjara selama tinggal di Inggris. Dipertanyakan pula soal sekolah Daniel yang terbengkalai dan bagaimana bisa petugas lembaga sosial melewatkan anak ini dari pantauan.

Luczak dan Krezolek semula dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun, Cox menegaskan, pasangan tersebut yang dinyatakan bersalah oleh para juri pada Rabu (30/7/2013) harus menjalani hukuman penjara maksimum selama 30 tahun sebelum mereka dipertimbangkan untuk bisa dibebaskan.

Pasangan tersebut tiba di Inggris dari Polandia pada 2006. Luczak dan Krezolek berasal dari Polandia dan proses pengadian ini berlangsung dengan bantuan penerjemah. Tidak dijelaskan mengapa Luczak dan ayah kandung Daniel berpisah.

Daniel digambarkan sebagai bocah laki-laki yang sehat saat bersekolah di Conventry, kota industri Inggris, pada September 2011. Gambar yang ada memperlihatkan bocah dengan rambut pirang ini tersenyum dalam balutan seragam berwarna merah.

Akibat siksaan fisik yang dia dapatkan, Daniel meninggal pada Maret 2012. Hidupnya diibaratkan sama dengan kondisi di dalam kamp konsentrasi. Luczak, ibu Daniel, berumur 27 tahun. Sementara ayah tiri Daniel, Krezolek, berumur 34 tahun. Mereka dikenal para tetangga sebagai pengonsumsi obat terlarang dan minuman keras. Daniel mengalami penyiksaan bertubi dan hukuman berulang.


Penulis: Pieter P Gero
Editor : Palupi Annisa Auliani