Selasa, 2 September 2014

News / Internasional

Bayi Pangeran William-Kate Akan Bergelar Cambridge

Rabu, 10 Juli 2013 | 02:59 WIB
AFP Kate Middleton dan Pangeran William

LONDON, KOMPAS.com — Pangeran William dan istrinya Kate Midleton menunggu kelahiran bayi mereka dalam hari-hari ini. Nantinya bayi ini akan dipanggil secara resmi sebagai Pangeran atau Putri Cambridge.

Sejauh ini kepastian apakah bayi kerajaan ini laki-laki atau perempuan masih menjadi rahasia. Kantor berita AFP, Selasa (9/7/2013), mengutip keterangan dari Istana Kensington, penggunaan nama "Pangeran" atau "Putri" itu karena William dan Kate menggunakan gelar "Duke of Cambridge" dan "Duchess of Cambridge".

Istana Kensington adalah tempat tinggal resmi Pangeran William dan Kate Middleton. Gelar Duke dan Duchess untuk William dan Kate dikenakan setelah mereka menikah pada April 2011.

"Jika bayi itu laki-laki maka namanya menjadi His Royal Highness Prince diikuti nama sang bayi dan kemudian of Cambridge," ujar juru bicara Istana Kensington. "Jika bayinya perempuan akan dipanggil Her Royal Highness Princess diikuti nama sang bayi dan kemudian of Cambridge," tambahnya.

Dalam kebiasaan di Kerajaan Inggris, ujar juru bicara itu, sebelum menikah maka William dipanggil dengan Prince William of Wales. Panggilan William bukan Prince of Wales, karena gelar itu sudah disandang ayahnya, Pangeran Charles. Karena Pangeran William adalah putra dari Pangeran Charles maka dipanggil dengan Prince William of Wales.

Sejauh ini pasangan Pangeran William dan Kate belum mengungkapkan jenis kelamin bayi mereka begitu juga dengan nama yang akan mereka berikan bagi anak mereka. Soal nama Pangeran dari Cambridge ini membuat penduduk kota Cambridge di Inggris timur begitu bersukaria.

Kota Cambridge dikenal dengan Universitas Cambridge. "Ini sebuah kehormatan yang nyata bagi kota ini," uajr Julian Huppert, anggota parlemen Cambridge sebagaimana dikutip media surat kabar Cambridge. Gelar Dukedom of Cambridge digunakan sebagai gelar kerajaan sejak 1660, dan terakhir kali dipakai pada 1904.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Pieter P Gero
Editor : Palupi Annisa Auliani