Kompas.com - 28/01/2020, 12:28 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menyatakan, mereka masih belum mengizinkan warga Israel untuk berkunjung, demikian keterangan kementerian luar negeri.

Kabar itu terjadi setelah pada Minggu (26/1/2020), Tel Aviv memberikan lampu hijau kepada penduduknya untuk melakukan kunjungan.

Kementerian Dalam Negeri Israel menyatakan, warga Muslim maupun Yahudi berhak datang ke Arab Saudi untuk keperluan haji, umrah, atau sekadar berbisnis.

Baca juga: Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Namun kepada CNN via AFP Senin (27/1/2020), Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan menuturkan, Israel masih belum diizinkan ke Saudi.

"Kebijakan kami masih sama. Kami tak punya relasi dengan Israel. Jadi, mereka belum bisa datang kemari untuk saat ini," ujar Pangeran Faisal.

Seperti kebanyakan negara Arab lainnya, Saudi sama sekali tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan negara pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu.

Meski begitu, Tel Aviv sudah membuat perjanjian damai dengan dua negara Arab, yakni Mesir dan Yordania. Upaya dengan negara lainnya mengalami kebuntuan.

Sumber utamanya adalah pendudukan yang dilakukan atas wilayah Palestina, yang juga tidak mendapat pengakuan dari sejumlah negara di dunia.

"Kami sangat mendukung adanya penyelesaian atas konflik Israel dan Palestina," ucap menteri yang menjabat sejak Oktober 2019 itu.

Dia menuturkan ketika nantinya terjadi perdamaian antara dua negara, maka peran Tel Aviv di kawasan Timur Tengah bisa dinegosiasikan.

Komentar Pangeran Faisal terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berencana mengungkapkan proposal perdamaian pada Selasa (28/1/2020).

Dalam proposal yang sudah ditolak oleh Ramallah, Trump bersikukuh tawarannya "menjanjikan".

Baca juga: Rencana Perdamaian Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.