Natuna, Menteri Susi, dan "Stay Cool, Man"

Kompas.com - 12/01/2020, 11:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan peregangan sebelum menyaksikan penenggelaman kapal nelayan Thailand Tribunnews Batam/ ArgiantoMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan peregangan sebelum menyaksikan penenggelaman kapal nelayan Thailand

Tiba-tiba saja kita kembali mendengar berita tentang kehadiran kapal-kapal nelayan China di perairan Natuna yang dikawal oleh Kapal Coast Guard nya.

Berita yang lama tidak terdengar soal pencurian ikan di perairan Indonesia muncul kembali.

Prof. DR. Hikmahanto Juwana, guru besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, dalam salah satu komentarnya kepada awak media mengatakan bahwa kehadiran kapal-kapal China di perairan Natuna untuk mengececk reaksi pejabat baru Indonesia.


Tentu saja dalam hal ini yang dimaksud adalah kebijakan bidang kelautan pasca-Susi Pudjiastuti.

Masalah Natuna ini menarik dicermati, terlebih melihat respons beberapa pejabat yang terkesan berbeda satu sama lain.

Namun, ada yang hilang dari beberapa pandangan sikap itu yaitu sikap tegas yang dulu selalu diulang-ulang oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti: tenggelamkan!

Kebetulan saya dengan beberapa teman dekat “ngobrol” ringan membahas tentang masalah kapal China di perairan Natuna tersebut.

Dari obrolan santai tetapi juga agak serius itu, ada beberapa hal yang dapat diangkat ke permukaan yang mungkin saja ada manfaatnya. Paling tidak, bisa menghibur. Persoalan serius perairan Natuna harus dihadapi dengan cool saja.

Diskusi tidak bisa lepas mengupas apa yang telah dikerjakan Menteri Kelautan sebelum ini.

Menteri Susi dengan latar belakang pendidikan yang tidak tinggi ternyata telah menunjukkan kecerdasannya dalam mengelola Kementerian Kelautan selama lima tahun belakangan.

Minimal realitanya tidak pernah ada kejadian seperti sekarang yaitu kapal-kapal China bebas bergerak di perairan Natuna dan dikawal oleh Coast Guard RRC.

Menteri Susi dan penenggelaman kapal

Di era Menteri Susi ada ritual penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan. Susi menyatakan dengan tegas bahwa yang dilakukannya merujuk undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Kepada para duta besar dari negara-negara yang kapal nelayannya tertangkap mencuri ikan, Susi meminta pengertian bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan peraturan. Ia menegaskan, yang ditenggelamkan bukan kapal negara A, B, atau C, tapi kapal pencuri.

Ia juga menekankan, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang mempunyai hak untuk melindungi para pencuri.

Awalnya, para dubes itu tentu kaget dengan pernyataan yang amat tegas dan lugas dari seorang menteri perempuan Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X