Kompas.com - 28/10/2019, 10:32 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam penyerbuan malam oleh pasukan khusus.

Dia menyebut Baghdadi tewas setelah terpojok di ujung terowongan. Selain dia, terdapat tiga anak yang juga tewas dalam serangan.

Trump memberikan kronologi tewasnya Pemimpin ISIS itu. Dilansir Reuters Minggu (27/10/2019), berikut rincian penyerbuan terhadap Abu Bakar al-Baghdadi:

Baca juga: Dihargai Rp 350 Miliar, Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Sempat Dikabarkan Tewas Beberapa Kali

>> AS mulai menerima informasi intelijen terkait keberadaan Baghdadi sekitar sebulan lalu, termasuk yang "sangat membantu" dari Kurdi. Intelijen AS mulai intensif memetakan lokasi pasti persembunyiannya dua pekan lalu. 

>> Sementara itu, Trump diberi tahu tiga hari lalu. Untuk mematangkan operasi, mereka perlu meminta izin kepasda Rusia, Irak, dan Turki untuk memasuki wilayah udara mereka. AS tak menyebut tentang rencana itu, tapi memberi tahu Rusia mereka bakal "menyukainya".

>> Pada Sabtu (26/10/2019), Trump sampai di Gedung Putih sekitar 16.30 waku lokal setelah bermain golf singkat di Virginia.

>> Sekitar pukul 17.00, dia datang ke Ruang Situasi Gedung Putih bersama Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Pertahanan Mark Esper, Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, dan pejabat intelijen lain. Mereka menonton penyerbuan "seperti menonton film" menurut Trump.

>> Begitu mereka berkumpul, pasukan AS bersama anjing militer menaiki delapan helikopter yang diterbangkan dari pangkalan rahasia Timur Tengah. Mereka berasal dari Pasukan Delta, unit elite yang fokus kepada kontra-terorisme sering dikerahkan untuk menangkap target besar.

>> Adapun pejabat AS mengungkapkan bahwa mereka berasal dari pangkalan di barat Irak. Operasi darat tersebut juga ditunjang oleh pesawat tempur dan kapal perang. Robot juga dikerahkan meski tak digunakan.

Baca juga: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas, Apa Reaksi Dunia?

>> Ketika mendekati persembunyian Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, mereka ditembaki.

>> Namun mereka bisa menghindar dan mendarat dengan selamat. Yakin pintu depan sudah dipasangi perangkap, mereka masuk dengan cara meledakkan dinding. "Kami mendapat laporan setiap menit," terang Trump.

>> Dengan cepat, pasukan khusus AS membersihkan bangunan itu dengan "orang-orang menyerah atau tewas ditembak" menurut Trump.

>> Sebanyak 11 anak tak terluka dan segera dibawa oleh pihak ketiga yang tak disebutkan namanya. Militer AS juga menahan sejumlah anggota ISIS lain.

>> Tahu dirinya diserang, Baghdadi segera berlari ke bawah menuju terowongan dengan membawa tiga anak bersamanya. Kepada CNN Jake Tapper, Esper menyatakan Baghdadi sempat diminta menyerah, tapi dia menolak.

>> Dikejar oleh anjing militer dan terjebak di jalan buntu, Baghdadi "berteriak dan menangis" menurut Trump. Rompi bom bunuh diri yang dipakai diaktifkannya, menewaskan Baghdadi dan tiga anaknya serta meruntuhkan terowongan.

>> Tak ada korban jiwa dari pasukan AS meski anjing militer terluka parah.

Baca juga: Trump Umumkan Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Sudah Tewas

>> Dengan tubuh Baghdadi "termutilasi oleh ledakan", militer menggunakan tes DNA di tempat 15 menit kemudian guna memastikan mereka membunuh si Pemimpin ISIS. "Hasil tes menunjukkan keyakinan, dan identifikasi positif itu adalah dia (Baghdadi)," tutur Trump.

>> Dalam acara Meet The Press NBC News, O'Brien mengatakan komandan operasi menyebut 100 persen jackpot, yang artinya dipastikan Baghdadi tewas.

>> Pasukan AS kemudian meneruskan operasi dengan mengambil sejumlah "materi sensitif" seperti dokumen rencana ISIS. Mereka menghabiskan waktu dua jam di lokasi sebelum terbang kembali.

>> Baghdadi akan "dimakamkan sewajarnya", terang O'Brien. Hal yang sama berlaku pada 2011 ketika Pemimpin Qal-Qaeda Osama bin Laden tewas.

>> Dia dikubur di laut setelah AS meminta konsultasi dari pakar hukum dan tradisi Islam.

Baca juga: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Dikabarkan Tewas Bersama 2 Istrinya

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.