Kompas.com - 28/10/2019, 07:10 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi diumumkan tewas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam operasi akhir pekan lalu.

Dia menjadi buruan dunia setelah mengumumkan "kekhalifahan" di Irak pada 2014, dengan kepalanya dihargai 25 juta dollar AS, atau Rp 350 miliar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Dikabarkan Tewas

Sebelum diumumkan tewas oleh Trump, Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sempat diberitakan beberapa kali terbunuh. Berikut kronologisnya dilansir AFP Minggu (27/10/2019).

Pada November 2014, rumor berhembus bahwa Baghdadi terluka atau tewas dalam serangan udara di Mosul, Irak. Pentagon menyatakan tak bisa mengonfirmasi kebenarannya.

Tak lama kemudian, tepatnya pada 13 November 2014, ISIS berusaha menepis kabar itu dengan merilis rekaman suara yang diyakini berasal dari Baghdadi.

Di Oktober 2015, pasukan Irak mengklaim menghantam konvoi yang diyakini berisi Baghdadi dalam serangan udara dekat perbatasan Suriah.

Tetapi nasibnya tak diketahui. Mantan pejabat keamanan lokal menuturkan dia "terluka parah". Namun ISIS kembali melansir rekaman Baghdadi pada 26 Desember.

Pada 16 Juni 2017, militer Rusia menyatakan mereka tengah mencari kebenaran kabar Baghdadi tewas ketika serangan udara mereka menghantam petinggi ISIS Mei sebelumnya.

Washington melalui Kementerian Luar Negeri yang mengumumkan uang hadiah Rp 350 miliar bagi Abu Bakar al-Baghdadi tak memberikan tanggapan.

Juli 2017, organisasi Obersevatorium untuk HAM Suriah menyatakan mereka menerima informasi di Provinsi Deir Ezzor bahwa Baghdadi "benar terbunuh".

Pada 31 Agustus 2017, jenderal senior AS mengungkapkan Pemimpin ISIS itu kemungkinan masih hidup dan bersembunyi di Lembah Sungai Eufrat.

Video terakhir Baghdadi, yang dijuluki "Si Hantu", dirilis pada April 2019 ini, ketika dia kembali muncul dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas, Apa Reaksi Dunia?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.