Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Kompas.com - 18/10/2019, 22:23 WIB
Massa pengunjuk rasa di Beirut menentang rencana pemerintah Lebanon yang hendak mengenakan pajak untuk penggunaan aplikasi pengirim pesan, WhatsApp. AFP / ANWAR AMROMassa pengunjuk rasa di Beirut menentang rencana pemerintah Lebanon yang hendak mengenakan pajak untuk penggunaan aplikasi pengirim pesan, WhatsApp.

Para pengunjuk rasa yang mengetahui adanya sang menteri di dalam mobil langsung mengerubungi dan menendang mobil tersebut.

Salah seorang pengawal menteri sempat keluar dari dalam mobil dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun aksinya segera dihentikan oleh menteri. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

Massa pengunjuk rasa juga menutup jalan di sejumlah kota di Lebanon, termasuk Tripoli di utara, Tyre di selatan dan Baalbek di timur laut.

Massa mengatakan bakal tetap bertahan di jalan hingga pemerintah mengundurkan diri.

Baca juga: AS Kirim Rudal Kendali Laser Senilai Rp 225 Miliar ke Lebanon

"Pemerintah berusaha membantu warga Lebanon untuk menghindari ambruknya perekonomian," kata Menteri Dalam Negeri, Raya al-Hassan, kepada media setempat.

"Bila ada pemerintahan baru yang dibentuk, mereka akan mengambil kebijakan serupa," katanya.

Dengan unjuk rasa terus meningkat, Kementerian Pendidikan Lebanon mengumumkan seluruh sekolah negeri dan swasta serta universitas ditutup pada hari Jumat.

Menteri Telekomunikasi, Mohamed Choucair, yang muncul di televisi setelah protes terjadi mengatakan, Perdana Menteri Saad Hariti telah memintanya untuk mencabut usulan pengenaan pajak untuk aplikasi WhatsApp.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X