Kompas.com - 12/09/2019, 06:10 WIB

"Tidak apa-apa bagi saya. Tetapi di sini ada 211 juta rakyat (di Indonesia). Seluruh area hijau ini adalah Indonesia. Sementara titik merah kecil (little red dot) adalah Singapura," katanya saat itu.

Sebagai tanggapan, PM saat itu Goh Chok Tong dalam kampanyenya 23 Agustus 1998 kemudian menyindir bahwa Singapura bakal membantu Indonesia meski wilayah mereka kecil.

Goh mencontohkan GDP mereka saat itu adalah 82 miliar dollar AS. Hanya 1 persen dari Amerika Serikat (8,1 triliun dollar AS) ataupun Jepang (4,1 triliun dollar AS).

Bahkan mereka hanya seperlima dari GDP Australia (395 miliar dollar AS). Goh menyebut bahwa negaranya dan Indonesia tidak berada di level yang sama.

Baca juga: Kerabat Mulai Persiapkan Kedatangan Jenazah BJ Habibie di Rumah Duka Kuningan

"Kami hanya berpopulasi tiga juta penduduk. Hanya sebuah titik merah kecil di peta. Jadi, apa yang bisa dihasilkan Indonesia dari 211 juta warganya?" kata Goh.

Diberitakan Antara 19 September 2006, kalimat tersebut membuat hubungan kedua negara saat itu menurun. Sebab, masyarakat Singapura merasa dilecehkan.

Namun, ada juga yang dengan semangat patriotik menanggapinya dengan menyebut kutipan itu merupakan bentuk pengakuan akan gebrakan yang bisa mereka lakukan.

BJ Habibie kemudian memberikan klarifikasi bahwa dia sudah mengucapkannya sejak 1980-an kepada pelajar Indonesia. Dia meminta mereka belajar dari Singapura.

"Kutipan saya disalahartikan. Saat itu saya menuturkan kepada mahasiswa Indonesia mereka bisa melihat Singapura. Negara itu kecil. Tapi kemampuannya luar biasa," katanya.

Meski BJ Habibie telah melakukan klarifikasi, kutipan itu sudah menjadi legenda. Dari kalangan politisi hingga rakyat biasa menganggapnya sebagai bentuk rasa bangga.

Pada perayaan ulang tahun kemerdekaan mereka ke-50 pada 2015, mereka meluncurkan logo tulisan SG50 berwarna putih yang dimasukkan dalam titik merah.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal, Hanung Bramantyo Tunggu Kabar dari Reza Rahadian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.