Sering Dikritik, Israel Larang 2 Politisi Perempuan AS Ini Berkunjung

Kompas.com - 16/08/2019, 09:07 WIB
Foto kiri adalah Ilhan Omar, politisi Minnesota yang merupakan imigran asal Somalia. Sedangkan kanan merupakan Rashida Tlaib, politisi keturunan Palestina yang berasal dari Michigan. Keduanya dilarang masuk Israel karena dianggap hendak menyakiti negara tersebut. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIFoto kiri adalah Ilhan Omar, politisi Minnesota yang merupakan imigran asal Somalia. Sedangkan kanan merupakan Rashida Tlaib, politisi keturunan Palestina yang berasal dari Michigan. Keduanya dilarang masuk Israel karena dianggap hendak menyakiti negara tersebut.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Israel menyatakan telah melarang dua politisi perempuan Amerika Serikat ( AS) dari Partai Demokrat berkunjung karena kerap mengkritik mereka.

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib yang merupakan anggota House of Representatives (DPR AS) sedianya bakal mengunjungi Tepi Barat dan Yerusalem Timur pekan depan.

Berdasarkan pemberitaan media AS, mereka akan mengunjungi sejumlah kawasan sensitif. Antara lain dataran di bukit Yerusalem bernama Haram al-Sharif (Muslim) atau Kuil Gunung (Yahudi).

Baca juga: Israel Ungkap Iran Berusaha Rekrut Agen Rahasia dari Palestina

Mereka juga diagendakan berkunjung ke aktivis perdamaian baik Israel maupun Palestina, dan mendatangi Tepi Barat seperti Bethlehem, Ramallah, dan Hebron.

Bahkan seperti dilansir AFP Kamis (15/8/2019), keluarga Tlaib yang tinggal di Beit Ur Al-Foqa di Tepi Barat sangat bergairah menyambut kedatangannya.

"Kami sudah mempersiapkan pesta untuknya dan teman politisinya," kata sang nenek, Muftia Tlaib, yang berusia 85 tahun dari rumah keluarga yang dikelilingi pohon zaitun.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kebijakan yang tidak biasa itu merupakan langkah yang tepat mengingat Tlaib dan Omar acap mengkritik mereka.

Netanyahu merujuk kepada aturan yang disahkan pada 2017. UU itu melarang warga asing yang ketahuan menyerukan kritik dan boikot menentang Israel untuk masuk.

"Sebagai negara yang bebas dan menganut demokrasi, Israel sangat terbuka terhadap kritik dan kritisisme. Namun dengan satu pengecualian," jelas Netanyahu.

"UU Israel melarang masuk orang yang berusaha memboikot negara, seperti kasus negara demokrasi lainnya yang melarang masuk individu yang bermaksud menyakiti negara," lanjutnya.

Halaman:


Sumber BBC,AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X