Joe Biden Sebut "Lidah Beracun" Trump Pemicu Tragedi Penembakan Massal AS

Kompas.com - 07/08/2019, 23:14 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang.AFP/SAUL LOEB Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kandidat presiden AS Joe Biden menuduh komentar Presiden Donald Tragedi telah memicu penembakan massal, dan menyebutnya sebagai " lidah beracun".

Berdasarkan kutipan pidato yang hendak disampaikannya di Burlington, Iowa, dan bocor ke media, Biden menyebut Trump telah memberi keberanian pada kaum supremasi kulit putih.

"Sudah jelas baik dalam bahasa maupun sikapnya, Presiden Trump telah membakar semangat kaum supremasi kulit putih di negara ini," kata Joe Biden dikutip Reuters Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Dituding Jadi Salah Satu Penyebab Penembakan Massal, Trump Diminta Tak Kunjungi El Paso


Rivalnya dalam pemilihan capres Partai Demokrat, Cory Booker, berencana untuk memberikan pidato tentang kekerasan bersenjata dan nasionalisme putih di Carolina Selatan.

Rencananya, dia bakal berpidato di Gereja Episkopal Metodis Afrika Emanuel, lokasi penembakan massal 17 Juni 2015 ketika pemuda 21 tahun bernama Dylann Roof membunuh sembilan orang jemaat.

"Tindakan kebencian ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Mereka dipanen hanya setelah mereka ditanam," demikian kutipan dari naskah pidato Booker yang hendak dibawakan.

Cuplikan pidato mereka muncul setelah Trump dalam pidato kenegaraannya mengajak publik AS untuk mengutuk rasisme, kefanatikan, dan supremasi kulit putih.

Pidato itu terjadi setelah dua penembakan massal yang terjadi kurang dari 24 jam di dua negara bagian sepanjang akhir pekan, dengan 31 orang tewas.

Penembakan pertama terjadi di Walmart El Paso, Texas, ketika Patrick Crusius menyerang pada Sabtu pagi (3/8/2019). 22 orang tewas karena perbuatannya.

Sekitar 13 jam kemudian, Connor Betts menembaki kawasan hiburan malam populer di Dayton, Ohio, dengan sembilan orang tewas. Dia sendiri ditembak mati oleh polisi.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Setia, Seekor Anjing Mati 15 Menit Setelah Pemiliknya Meninggal

Internasional
Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Pekerja Konsulat Inggris di Hong Kong Ditangkap China karena Melanggar Aturan

Internasional
Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Ketahuan Mencuri Mobil, Pendeta di Nigeria Mengaku Disuruh Setan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Hari Ini dalam Sejarah: Lukisan Mona Lisa Dicuri

Internasional
Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Kebakaran Hutan di Brasil Catatkan Rekor Terbaru pada Tahun Ini

Internasional
Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Baru 3 Bulan Punya Bayi, Meghan dan Harry Sudah Rekrut Pengasuh Ketiga

Internasional
Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Tidak Lapor Bawa Uang Tunai Rp 5 Milliar ke Singapura, Pria Indonesia Didenda Rp 284 Juta

Internasional
Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Jet Tempur F-16 AS yang Dijual ke Taiwan Bisa Dipakai Bertempur hingga 2070

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X