Pangkalan Rahasia Area 51 Bakal Diserbu untuk Lihat Alien, Ini Peringatan AU AS

Kompas.com - 17/07/2019, 06:18 WIB
Inilah laman Facebook yang memperlihatkan rencana kegiatan untuk mendatangi pangkalan rahasia Area 51 di Nevada untuk melihat bukti adanya alien. Facebook via Sky NewsInilah laman Facebook yang memperlihatkan rencana kegiatan untuk mendatangi pangkalan rahasia Area 51 di Nevada untuk melihat bukti adanya alien.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) melontarkan peringatan setelah lebih dari sejuta orang hendak mendatangi Area 51 untuk melihat adanya bukti alien.

Si pembuat event sudah menyatakan dia hanya membuat lelucon. Namun, pengakuan itu tak menyurutkan gairah orang-orang sejak diunggah pada awal Juli ini.

Baca juga: Robot Curiosity Potret Gumpalan Putih di Mars, Tanda Alien?

Diwartakan Sky News Selasa (16/7/2019), karena begitu banyak orang hendak menyerbu pangkalan militer di Nevada itu, AU AS pun merasa perlu merilis peringatan resmi.


Dalam pernyataan kepada The Washington Post, juru bicara AU AS menyebut mereka sudah mengetahui adanya unggahan itu, dan meminta siapa pun tidak mencoba untuk datang.

"Area 51 adalah kawasan latihan terbuka untuk melatih pasukan AS. AU selalu siap untuk melindungi warga Amerika serta asetnya," tegas juru bicara itu.

Kerahasiaan besar menaungi Area 51, dengan pangkalan tersebut tidak pernah dibuka untuk umum, dan selalau mendapat penjagaan selama 24 jam penuh.

Pangkalan militer yang berlokasi sekitar 241 kilometer dari Las Vegas itu awalnya digunakan sebagai lahan uji coba pesawat mata-mata U2 pada 1950-an.

Program uji coba itu selesai dengan U2 beroperasi pada 1956. Namun, teori konspirasi berpendapat Area 51 juga digunakan untuk menyelidiki obyek terbang tak dikenal (UFO) yang jatuh.

Peter Merlin, sejarawan antariksa yang menulis secara khusus tentang Area 51 menyebut fasilitas itu secara rahasia menginvestigasi pesawat serta sistem senjata.

Kepada NBC News, dia menuturkan rencana "menyerbu" Area 51 pada 20 September mendatang hanya akan berakhir di padang gurun dari pada tembakan peringatan tentara AS.

Meski sudah mendapat peringatan, jumlah peminat acara itu terus meningkat, dan membuat si pencipta acara yang bernama Jackson Barnes harus mengunggah pernyataan.

Laman itu berbunyi Storm Area 51: They Can't Stop All Of Us. Disebutkan di laman itu mereka bakal berkoordinasi tentang cara masuknya. "Kita akan melihat alien," ujar laman tersebut.

Barnes kemudian menulis bahwa dia tidak berencana untuk melanjutkan lelucon itu setelah viral. "Saya tidak bertanggung jawab jika ada orang yang benar-benar menyerbu Area 51," katanya.

Baca juga: Pria Sikh Ini Jadi Tentara AU AS Pertama yang Berjenggot dan Pakai Turban

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X