Diduga Lecehkan Anak-anak, Taipan Properti China Ditahan

Kompas.com - 11/07/2019, 11:05 WIB
Ilustrasi seseorang diborgol. THINKSTOCKIlustrasi seseorang diborgol.

SHANGHAI, KOMPAS.com - Seorang miliarder yang juga dikenal sebagai taipan properti China resmi ditahan setelah dituduh melakukan tindakan pelecehan terhadap anak-anak.

Kasus ini sempat memicu kemarahan publik setelah diduga adanya upaya untuk menutup-nutupi insiden tersebut.

Wang Zhenhua (57), ketua Seazen Holding, ditahan oleh kepolisian Shanghai, pada Rabu (10/7/2019), seperti dilaporkan media penyiaran pemerintah CCTV, yang merilis video penahanan Wang.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian Shanghai mendapat persetujuan dari jaksa untuk menangkap seorang pria bermarga Wang, bersama seorang wanita bermarga Zhou.


Baca juga: Diduga Lecehkan Anak-anak, Dua Warga Perancis Ditangkap Polisi Nepal

"Kami tidak akan memberi toleransi terhadap kasus-kasus yang melibatkan kejahatan terhadap anak-anak di bawah umur dan bersikeras dalam menindak kejahatan semacam ini," tulis kepolisian Shanghai di Weibo.

"Kasus ini kini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut," tambah pihak berwenang, dikutip AFP.

Laporan media China menyebutkan, pada pekan lalu, bahwa Zhou telah mengirim gadis berusia sembilan tahun kepada Wang, setelah membawanya ke taman hiburan Disneyland di Shanghai.

Gadis itu dibawa Zhou dari provinsi lain. Kemudian Wang diduga membayar Zhou.

Gadis kecil itu kemudian memberi tahu ibunya bahwa dirinya telah dilecehkan. Orangtua gadis itu pun melaporkan Wang dan Zhou kepada polisi.

Namun kasus ini sempat memancing kemarahan pengguna internet di China setelah seorang pejabat publik di Shanghai, diduga mengeluarkan instruksi kepada media untuk tidak memberitakan kasus ini.

Baca juga: Kalah Main Game, Anak Taipan Usia 14 Tahun Bunuh Temannya Pakai Pisau

Media di China menghadapi kontrol yang ketat dari pemerintah, yang secara rutin melakukan sensor dan penghapusan berita yang dianggap dapat mempermalukan pihak berwenang maupun tokoh-tokoh berpengaruh.

Seazen Holding dan sejumlah perusahaan lain yang dikendalikan oleh Wang bergerak dalam bisnis pengembangan dan manajemen properti.

Namun Seazen Holding dikabarkan telah menggantikan Wang dari posisi ketua perusahaan.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Wang telah turun dari 6,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 92 triliun) menjadi 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 63 triliun) sejak Selasa (9/7/2019) lalu, setelah munculnya laporan dugaan pelecehan anak.

Baca juga: Taipan Teknologi India Serahkan Rp 106 Triliun untuk Amal

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turki 'Sandera' Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Internasional
Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X