AS Setuju Jual Senjata Rp 31 Triliun ke Taiwan, China Kecewa Berat

Kompas.com - 09/07/2019, 16:32 WIB
Tentara Taiwan mengikuti latihan militer di Hualien, pada 22 Mei 2019. REUTERS / TYRONE SIUTentara Taiwan mengikuti latihan militer di Hualien, pada 22 Mei 2019.

BEIJING, KOMPAS.com - China bereaksi setelah Amerika Serikat ( AS) setuju untuk menjual senjata senilai 2,2 miliar dollar, sekitar Rp 31 triliun, ke Taiwan.

China menentang penjualan yang melingkupi tank dan rudal kepada Taiwan di tengah ketegangan hubungan dengan Washington karena faktor perang dagang.

Baca juga: Pemerintah AS Setuju Jual Senjata Senilai Rp 31 Triliun ke Taiwan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang dalam konferensi pers berkata, mereka sudah mengirim nota protes karena "tidak puas" dan "sangat menentang".


Dilansir AFP Selasa (9/7/2019), pembelian itu mencakup 108 unit tank M1A2T Abrams, 250 rudal portabel Stinger, menurut Badan Kerja Sama Keamanan Kementerian Pertahanan (DSCA).

DSCA menyatakan, proposal penjualan itu bakal berkontribusi terhadap modernisasi armada tank utama, meningkatkan kemampuan pertahanan udara.

"Dan sekaligus mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan membantu meningkatkan kemampuan keamanan dari Taiwan," ulas DSCA.

Badan itu menambahkan, penjualan itu tak bakal mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan dengan Kongres telah diberi tahu, dan mempunyai waktu 30 hari untuk menolak.

Geng menyatakan, proposal penjualan itu tak hanya melanggar kebijakan satu China. Namun juga bentuk "ikut campur tangan kotor" terhadap urusan internal mereka.

"China mendesak AS supaya membatalkan penjualan dan berhenti menjalin relasi militer dengan Taipei untuk mencegah memburuknya relasi dua negara dan mengganggu keamanan Selat Taiwan," ujar Geng.

Taiwan memutuskan untuk menjadi memerintah secara independen setelah berakhirnya perang sipil pada 1949. Namun, Beijing masih menganggap sebagai bagian dari wilayahnya.

China meningkatkan tekanan diplomatik dan militer sejak Presiden Tsai Ing-wen yang dikenal sebagai penentang kebijakan "Satu China" terpilih pada 2016.

Tak hanya menggelar latihan militer di dekat pulau tersebut, China secara pelan tapi pasti mengurangi jumlah negara yang menyatakan dukungan.

AS memang mengubah pengakuan mereka kepada China pada 1979. Namun hingga sekarang, AS masih merupakan sekutu utama sekaligus penyedia senjata Taiwan.

Baca juga: Taiwan Ingin Beli 100 Tank dan 1.500 Rudal dari AS, China Marah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X