Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Kompas.com - 27/06/2019, 07:46 WIB
Putri Charlotte (kanan) melambaikan tangan pada media saat berjalan bersama saudara lelakinya, Pangeran George (kiri) dan ayah mereka, Pangeran William, saat hendak mengunjungi anak ketiga William dan Kate Middleton di Rumah Sakit St Mary, London, Senin (23/4/2018) waktu setempat. Anak ketiga tersebut merupakan pemegang kelima tahta Kerajaan Inggris setelah Pangeran Charles, William, George dan Putri Charlotte. AFP PHOTO/DANIEL LEAL-OLIVASPutri Charlotte (kanan) melambaikan tangan pada media saat berjalan bersama saudara lelakinya, Pangeran George (kiri) dan ayah mereka, Pangeran William, saat hendak mengunjungi anak ketiga William dan Kate Middleton di Rumah Sakit St Mary, London, Senin (23/4/2018) waktu setempat. Anak ketiga tersebut merupakan pemegang kelima tahta Kerajaan Inggris setelah Pangeran Charles, William, George dan Putri Charlotte.

LONDON, KOMPAS.com - Pangeran William mengaku dirinya tidak akan keberatan apabila suatu ketika anak-anaknya menjadi gay atau lesbian.

Namun Duke of Cambridge mengatakan dirinya tetap khawatir akan tekanan dan persekusi yang mungkin dihadapi anak-anaknya jika di masa depan mereka mengungkapkan menjadi penyuka sesama jenis.

William menyampaikan pernyataan itu saat kunjungannya ke markas besar Albert Kennedy Trust (AKT) di London, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk membantu kaum muda yang terancam kehilangan tempat tinggal karena orientasi seksual mereka sebagai LGBT.

Pangeran menjawab sebuah pertanyaan dari salah seorang pemuda gay, tentang pendapatnya apabila di masa depan ada anak-anaknya yang ternyata adalah gay.


Baca juga: Panggilan Unik dari Pangeran William untuk Putri Charlotte

"Jika anak Anda suatu hari berkata, 'Oh, saya gay, atau saya lesbian', bagaimana reaksi Anda?" tanya pemuda tersebut.

Pangeran William pun langsung menjawab dengan mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja.

"Saya pikir Anda tidak akan benar-benar mulai memikirkan hal ini sampai Anda menjadi orangtua, dan saya berpikir jelas baik-baik saya untuk saya," jawab William.

Namun ayah dari tiga anak itu menambahkan, satu hal yang membuatnya khawatir adalah bagaimana hal itu akan ditafsirkan dan dilihat oleh masyarakat luas.

"Terutama peran yang akan dijalankan oleh anak-anak saya, bagaimana hal itu akan ditafsirkan atau dilihat. Jadi saya dan Catherine telah banyak membicarakan tentang hal itu untuk memastikan bahwa mereka akan siap," ujar William.

"Saya tidak khawatir mereka menjadi gay, atau apa pun. Namun ini lebih tentang fakta bahwa saya khawatir terhadap tekanan, seperti yang Anda semua tahu, yang akan mereka hadapi dan seberapa sulit hidup mereka nantinya," tambahnya.

"Saya berharap kita hidup di dunia di mana, seperti yang Anda katakan, (menjadi gay) itu benar-benar normal. Tapi khususnya bagi keluarga saya dan posisi kami, itulah yang membuat saya sedikit khawatir," lanjut ayah dari George (5), Charlotte (4) dan Louis (1) itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Trump Yakin Sidang Pemakzulan Dirinya di Senat Bakal Berlangsung Cepat

Internasional
Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Sidang Bersejarah Pemakzulan Trump di Level Senat AS Dimulai

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X