Parlemen Iran Balik Tuding AS Dalang Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Kompas.com - 16/06/2019, 23:09 WIB
Sebuah gambar yang dirilis oleh kantor berita ISNA menunjukkan kapal tanker Front Altair dilalap api setelah diduga diserang dengan torpedo di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019). AFP/ISNASebuah gambar yang dirilis oleh kantor berita ISNA menunjukkan kapal tanker Front Altair dilalap api setelah diduga diserang dengan torpedo di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Arab Saudi telah menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman, pada Kamis (13/6/2019). Tuduhan itu langsung dibantah oleh Teheran.

Kali ini, giliran parlemen Iran yang menuding Washington sebagai pihak di belakang serangan kapal tanker yang "mencurigakan" di Teluk Oman, dengan tujuan menekan Iran.

"Tindakan mencurigakan terhadap kapal tanker... tampaknya melengkapi sanksi ekonomi terhadap Iran, mengingat bahwa ( AS) belum tercapai hasil apa pun dari (sanksi) itu," kata juru bicara parlemen Iran, Ali Larijani, dikutip kantor berita IRNA, Minggu (16/6/2019).

Dia membela klaimnya dengan mengatakan adanya preseden selama Perang Dunia II, di mana AS menargetkan kapal mereka sendiri yang ada di dekat Jepang demi membuat alasan permusuhan.

Baca juga: Trump: Iran Jelas Pelaku Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Sebagai negara yang tidak berperang sejak awal dalam PD II, AS mulai terlibat setelah serangan mendadak Jepang terhadap pangkalan Pearl Harbor milik Amerika di Hawaii, pada 7 Desember 1941.

Sementara pada Kamis lalu, dua buah kapal tanker, masing-masing milik Norwegia, bernama Front Altair, dan kapal perusahaan Jepang, Kokuka Courageous, mendapat serangan dari pihak tak dikenal saat melintasi Teluk Oman.

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada kedua kapal pengangkut bahan mudah terbakar itu, namun tidak sampai menimbulkan korban. Kedua kapal juga tetap dapat berlayar kembali ke pelabuhan asal.

Washington, baik Presiden AS Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuduh Teheran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada hari di mana serangan terjadi, PM Jepang Shinzo Abe sedang berkunjung ke Teheran dan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk membahas ketegangan di Timur Tengah antara Iran dengan AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif telah menolak tegas tuduhan AS dan menyebutnya tidak berdasar, tanpa bukti faktual.

Selain AS, Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, juga menyebut Iran sebagai pelaku penyerangan dua kapal tanker. MBS bahkan menuduh Iran telah bertindak tak sopan terhadap tamunya, PM Jepang.

Baca juga: MBS Tuding Iran Pelaku Penyerangan 2 Kapal Tanker di Teluk Oman

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Internasional
Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Internasional
Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X