Kompas.com - 16/06/2019, 12:12 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Setelah AS dan Presiden Donald Trump yang beberapa kali menuduh Iran sebagai dalang di balik serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman, kini giliran Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman yang melancarkan tudingan serupa kepada Teheran.

MBS bahkan menegaskan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan guna mengatasi ancaman terhadap kerajaan.

Pangeran mahkota Saudi menyebut rezim Iran telah bersikap tidak hormat terhadap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang berkunjung ke Teheran pada hari terjadinya serangan, Kamis (13/6/2019).

"Rezim Iran tidak menghormati kehadiran perdana menteri Jepang sebagai tamu di Teheran dan menanggapi upaya (diplomatik) dengan menyerang dua kapal tanker, yang salah satunya adalah milik Jepang," kata MBS kepada harian Asharq al-Awsat, yang terbit Minggu (16/6/2019).

Baca juga: Trump: Iran Jelas Pelaku Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

"Kami tidak ingin terjadi peperangan di wilayah ini.. Tetapi kami tidak akan ragu untuk menangani ancaman apa pun terhadap rakyat, kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan vital kami," tambahnya, dikutip AFP.

Dua buah kapal tanker dilaporkan mendapat serangan dari pihak yang tidak diketahui saat melintas di Teluk Oman.

Dua kapal tersebut, satu berbendera Norwegia dan satu milik perusahaan Jepang, mengalami kerusakan dan sempat terbakar, namun tidak sampai tenggelam.

Sebanyak 44 awak dari dua kapal dapat dievakuasi dan dibawa ke tempat yang aman sehingga tidak sampai timbul korban jiwa.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan jika serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman telah direncanakan oleh Iran. Tuduhan tersebut dibantah tegas oleh Teheran.

Arab Saudi merupakan sekutu dekat AS dan telah lama berselisih dengan Iran sebagai rival di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Sebelum Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman, Iran Hendak Tembak Drone AS

Sementara Iran, telah berulang kali memperingatkan bahwa Teheran dapat dengan mudah memblokade Selat Hormuz yang strategis dalam tindakan penanggulangan berteknologi rendah namun berdampak besar apabila mendapat serangan dari AS.

Jika dilakukan, blokade tersebut diyakini akan dapat mengganggu kapal tanker yang berlayar dari wilayah Teluk ke Samudra Hindia dan rute ekspor global.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.