Kompas.com - 10/06/2019, 15:47 WIB
Pesawat F-35 milik Angkatan Udara Australia beraksi di ajang Australia International Airshow di bandara Avalon, 3 Maret 2017. Jeremy R Dixon / AFPPesawat F-35 milik Angkatan Udara Australia beraksi di ajang Australia International Airshow di bandara Avalon, 3 Maret 2017.

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang menyebut faktor human error sebagai penyebab jatuhnya jet tempur F-35 pada April ketika melaksanakan terbang malam.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan menjelaskan jatuhnya jet setelah lepas landas dari Pangkalan Misawa itu terjadi karena pilot mengalami "disorientasi spasial".

Baca juga: Hendak Dikeluarkan, Begini Peran Turki dalam Program Jet Tempur F-35 AS

Dilansir AFP Senin (10/6/2019), kementerian menuturkan pilot berusia 41 tahun yang tak disebutkan namanya itu mengalami kondisi di mana dia kehilangan keseimbangannya.

"Kecelakaan itu nampaknya terjadi karena pilot mengalami disorientasi spasial atau vertigo. Bukan disebabkan oleh masalah teknis pada pesawat," ujar Kemenhan Jepang.

Kementerian menyatakan mereka bakal melanjutkan pengoperasian pesawat setelah para pilot mendapat pengarahan soal disorientasi spasial dan menerima pelatihan.

Jet tempur generasi kelima itu menghilang dari radar pada 9 April ketika terbang sekitar 135 kilometer di timur Misawa dalam sesi latihan rutin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesawat yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) itu hilang kontak pada 30 menit setelah lepas landas yang saat itu terbang bersama tiga pesawat lainnya.

Berdasarkan laporan dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang, insiden yang terjadi itu merupakan laporan pertama jatuhnya jet tempur siluman varian A tersebut.

Pekan lalu, kementerian memuturkan menghentikan pencarian setelah berlangsung dua bulan, dan memunculkan spekulasi mulai dari penyelamatan pilot hingga rahasia F-35.

Beberapa bagian dari jenazah si pilot dan puing-puing jet tempur telah diangkat, termasuk ekor pesawat. Namun data penerbangan dilaporkan masih belum ditemukan.

Kemenhan mengungkapkan bakal terus mengawasi perairan lokasi jatuhnya F-35 untuk melindungi "informasi militer rahasia" dari tangan China maupun Rusia.

Jepang dilaporkan membeli jet tempur berharga 10 miliar yen, sekitar Rp 1,3 triliun, untuk menggantikan skuadron F-4 yang sudah mulai dimakan usia.

Investasi itu merupakan upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memperbarui kemampuan militer Jepang dalam menghadapi dinamika di Asia Timur, terutama dari China.

Baca juga: AS Mulai Tarik Turki dari Program Jet Tempur F-35

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.