Kompas.com - 10/06/2019, 15:47 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang menyebut faktor human error sebagai penyebab jatuhnya jet tempur F-35 pada April ketika melaksanakan terbang malam.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan menjelaskan jatuhnya jet setelah lepas landas dari Pangkalan Misawa itu terjadi karena pilot mengalami "disorientasi spasial".

Baca juga: Hendak Dikeluarkan, Begini Peran Turki dalam Program Jet Tempur F-35 AS

Dilansir AFP Senin (10/6/2019), kementerian menuturkan pilot berusia 41 tahun yang tak disebutkan namanya itu mengalami kondisi di mana dia kehilangan keseimbangannya.

"Kecelakaan itu nampaknya terjadi karena pilot mengalami disorientasi spasial atau vertigo. Bukan disebabkan oleh masalah teknis pada pesawat," ujar Kemenhan Jepang.

Kementerian menyatakan mereka bakal melanjutkan pengoperasian pesawat setelah para pilot mendapat pengarahan soal disorientasi spasial dan menerima pelatihan.

Jet tempur generasi kelima itu menghilang dari radar pada 9 April ketika terbang sekitar 135 kilometer di timur Misawa dalam sesi latihan rutin.

Pesawat yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) itu hilang kontak pada 30 menit setelah lepas landas yang saat itu terbang bersama tiga pesawat lainnya.

Berdasarkan laporan dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang, insiden yang terjadi itu merupakan laporan pertama jatuhnya jet tempur siluman varian A tersebut.

Pekan lalu, kementerian memuturkan menghentikan pencarian setelah berlangsung dua bulan, dan memunculkan spekulasi mulai dari penyelamatan pilot hingga rahasia F-35.

Beberapa bagian dari jenazah si pilot dan puing-puing jet tempur telah diangkat, termasuk ekor pesawat. Namun data penerbangan dilaporkan masih belum ditemukan.

Kemenhan mengungkapkan bakal terus mengawasi perairan lokasi jatuhnya F-35 untuk melindungi "informasi militer rahasia" dari tangan China maupun Rusia.

Jepang dilaporkan membeli jet tempur berharga 10 miliar yen, sekitar Rp 1,3 triliun, untuk menggantikan skuadron F-4 yang sudah mulai dimakan usia.

Investasi itu merupakan upaya Perdana Menteri Shinzo Abe untuk memperbarui kemampuan militer Jepang dalam menghadapi dinamika di Asia Timur, terutama dari China.

Baca juga: AS Mulai Tarik Turki dari Program Jet Tempur F-35

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.