Rusia Klaim Sukses Uji Coba Rudal Pencegat Berkecepatan 4 Kilometer Per Detik

Kompas.com - 10/06/2019, 05:35 WIB
Ilustrasi rudal.SHUTTERSTOCK Ilustrasi rudal.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Rusia belum lama ini mengklaim telah sukses menggelar uji coba rudal pencegat terbarunya.

Rudal pencegat yang dirancang khusus untuk menangkis serangan misil musuh itu disebut mampu meluncur dengan kecepatan hingga empat kilometer per detik.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan lewat sebuah twit pada 3 Juni lalu, jika uji coba telah dilangsungkan di situs Sary-Shagan, Kazakhstan.

Dilansir Metro.co.uk, twit dari kementerian pertahanan itu juga menampilkan video peluncuran rudal pencegat terbaru yang meluncur dengan cepat ke angkasa dan meninggalkan jejak api dan asap.


Baca juga: Rusia Ingin Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik Jadi Hipersonik

" Uji coba peluncuran rudal pencegat terbaru milik Rusia telah berhasil dilaksanakan," kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataannya.

"Setelah melalui serangkaian percobaan, rudal pencegat terbaru akhirnya telah dikonfirmasi karakteristiknya dan berhasil mencapai tujuan dengan menyerang target secara presisi," lanjut pernyataan kementerian.

Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia itu tidak menyebutkan nama rudal baru itu, tetapi para pakar meyakininya sebagai rudal pencegat PRS-1M.

Rudal pencegat itu berperan penting dalam melindungi ibu kota Moskwa serta lokasi-lokasi strategis di Rusia lainnya dari ancaman serangan rudal musuh, termasuk NATO.

Menurut situs berita gazeta.ru, rudal pencegat terbaru itu merupakan pengembangan dari rudal pendahulunya, 53T6, yang telah diklaim sebagai rudal tercepat di dunia dengan kecepatan hingga 3 kilometer per detik.

"Tetapi versi yang telah dimodernisasi disebut mampu mencapai kecepatan mendekati 4 kilometer per detik," tulis laporan situs tersebut.

Baca juga: Rusia Klaim Sukses Gelar Uji Coba Tahap Akhir Rudal Berjuluk Satan II

Menurut catatan situs itu, kecepatan rudal 53T6 adalah 1,8 mil per detik atau 2,99 kilometer per detik. Sementara rudal PRS-1M atau yang juga dikenal dengan 53T6M, mampu meluncur hingga kecepatan 2,48 mil per detik atau 3,99 kilometer per detik.

"Zona serang rudal terbaru itu juga praktis mengalami peningkatan hingga 1,5 kali lipat, baik dalam hal ketinggian maupun luas jangkauan," lanjut laporan situs yang menganalisis rudal terbaru itu.

"Dengan rudal pencegat terbaru itu, kini Rusia mampu menjamin keamanan wilayahnya dari misil ICBM musuh hingga pada ketinggian lebih dari 49 kilometer," sebut laporan itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X