Kompas.com - 23/05/2019, 20:44 WIB
Foto ini memperlihatkan kapal perang USS Preble menembakkan rudal Tomahawk dalam sebuah latihan di perairan California pada 29 September 2010. Woody PASCHALL / US NAVY / AFP Foto ini memperlihatkan kapal perang USS Preble menembakkan rudal Tomahawk dalam sebuah latihan di perairan California pada 29 September 2010.

BEIJING, KOMPAS.com - China menyatakan telah melayangkan nota protes setelah dua kapal persng Amerika Serikat memasuki Selat Taiwan di tengah tensi dua negara yang memanas.

Angkatan Laut AS menyatakan kapal perusak USS Preble dan kapal logistik USNS Walter S Diehl melakukan transit rutin "sesuai dengan hukum internasional" Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Militer AS Kembali Kirim Dua Kapal Perang ke Selat Taiwan

Dilansir AFP Kamis (23/5/2019), berlabuhnya dua kapal itu merupakan komitmen AS dalam memastikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas serta terbuka, demikian pernyataan AL.

"Angkatan Laut AS bakal terus melanjutkan operasi penerbangan dan pelayaran di mana pun selama diperbolehkan oleh peraturan internasional," ujar militer.

Langkah kapal perang AS yang melaksanakan latihan "navigasi bebas" di perairan sempit yang memisahkan China daratan dan Taiwan sering memantik amarah Beijing.

Pun dengan transitnya dua kapal perang itu, China menyatakan setiap kapal yang melewati selat itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun bagi AS dan sekutunya, perairan di Selat Taiwan merupakan kawasan internasional yang tentu saja terbuka bagi negara mana pun di dunia ini.

"Kami telah mengajukan protes serius melalui perwakilan kami yang ada di AS," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang di konferensi pers.

Pelayaran itu terjadi di tengah ketegangan dua negara karena perang dagang dan upaya Washington mengadang raksasa telekomunikasi China Huawei karena masalah keamanan.

Berlabuhnya dua kapal perang itu juga terjadi setelah AS menggelar latihan gabungan bersama Jepang, Korea Selatan, dan Australia bertajuk Pacific Vanguard.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.