Militer AS Kembali Kirim Dua Kapal Perang ke Selat Taiwan

Kompas.com - 29/04/2019, 14:07 WIB
Kapal perusak AS USS William P Lawrence. AFP / MC2 ANDREW P HOLMESKapal perusak AS USS William P Lawrence.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat dikabarkan telah mengirimkan dua kapal perangnya untuk berlayar melalui Selat Taiwan, pada Minggu (28/4/2019).

Tindakan tersebut dilakukan AS dalam rangka meningkatkan frekuensi pergerakan melalui jalur air yang strategis, meski hal itu mendapat tentangan dari Beijing.

Dua kapal perusak yang dikirim AS diidentifikasi sebagai USS William P Lawrence dan USS Stethem. Keduanya melewati Selat Taiwan yang memisahkan wilayah Taiwan dengan daratan China dengan perairan selebar 180 kilometer.

"Kapal-kapal AS yang transit melalui Selat Taiwan sekaligus menunjukkan komitmen Washington terhadap kawasan Indo pasifik yang bebas dan terbuka," kata juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, Komandan Clay Doss, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Buntut Masuknya Kapal Perang AS, China Gelar Patroli di Selat Taiwan

Doss menambahkan, tidak ada interaksi yang berbahaya ataupun yang tidak profesional dengan kapal dari negara lain selama transit.

Pelayaran dua kapal perang AS tersebu kemungkinan akan dianggap sebagai bentuk dukungan pemerintahan AS kepada Taiwan, yang sedang bertikai dengan Beijing.

Sementara Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal-kapal AS itu berlayar ke arah utara dengan melalui perairan Selat Taiwan.

"Kapal-kapal AS yang dapat dengan bebas melewati Selat Taiwan adalah bagian dari misi melaksanakan strategi Indo-Pasifik," kata kementerian dalam pernyataannya, dikutip SCMP.

Senada dengan pernyataan militer AS, angkatan bersenjata Taiwan yang terus memantau saat kapal-kapal tersebut berlayar melalui selat, tidak ada insiden yang terjadi.

Belum ada tanggapan langsung dari Beijing atas kabar pelayaran dua kapal perang AS di Selat Taiwan itu.

AS tidak memiliki hubungan kerjasama formal dengan Taiwan, namun terikat oleh hukum untuk membantu menyediakan negara pulau tersebut dengan sarana pertahanan diri dan sebagai sumber utama pemasok senjata.

Pentagon mengatakan, Washington telah melakukan perdagangan persenjataan dengan Taipei hingga lebih dari 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 213 triliun) sejak 2010.

Baca juga: Jenderal China: Kapal Perang AS yang Langgar Kedaulatan Harus Diserang

Beijing telah berupaya meningkatkan tekanan untuk menegaskan kembali kedaulatannya terhadap pulau Taiwan, yang masih dianggap sebagai bagian dari China.

China telah berulang kali mengirimkan pesawat dan kapal perangnya untuk mengelilingi pulau Taiwan dalam misi latihan selama beberapa tahun terakhir dan bekerja keras untuk mengisolasi negara pulau itu secara internasional dengan mengurangi sekutu diplomatiknya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X