Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia sebagai Contoh Negara Demokrasi

Kompas.com - 22/05/2019, 18:53 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral di sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7/2017). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjadi pembicara pada Leaders Retreat KTT G20 atau G20 sesi I mengenai terorisme, Jumat 7 Juli siang waktu setempat. AFP PHOTO / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral di sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7/2017). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjadi pembicara pada Leaders Retreat KTT G20 atau G20 sesi I mengenai terorisme, Jumat 7 Juli siang waktu setempat.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan pasangan Joko Widodo ( Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

Ucapan selamat itu disampaikan dalam surat yang dikirimkan melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington, dan dipublikasikan kepada media di Jakarta.

Dalam suratnya dikutip Antara Rabu (22/5/2019), Trump menyampaikan bahwa Indonesia telah melalui proses transformasi luar biasa dan patut dijadikan contoh negara lainnya.

Baca juga: PM India Beri Selamat ke Presiden Jokowi Pakai Bahasa Indonesia


"Saya ucapkan selamat kepada Anda dan rakyat Indonesia atas pelaksanaan Pemilu yang berlangsung bebas, adil dan damai, serta untuk pertama kalinya, pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden dilaksanakan pada saat bersamaan," kata Presiden Trump mengawali suratnya.

Selain itu, presiden berusia 72 tahun itu menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan AS.

Trump menilai bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir sangat luar biasa.

"Saya mengetahui bahwa tingkat partisipasi pemilih tahun ini yang mencapai 80 persen merupakan yang paling tinggi. Indonesia patut menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lainnya di dunia," ujar dia.

Dalam surat bertanggal 21 Mei itu, Trump juga menyampaikan rasa bangga atas kemitraan strategis dua negara yang notabene negara demokrasi terdepan dunia.

Trump menuturkan, Indonesia dan AS mempunyai kesamaan pandangan terhadap isu kawasan dan pentingnya penegakan hukum serta perlindungan kebebasan hak fundamental.

Karena itu, Trump menyambut baik kepemimpinan Indonesia di ASEAN, Dewan Keamanan PBB, serta organisasi-organisasi lainnya baik regional maupun dunia.

Dalam penutup suratnya, Trump kembali menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama dua negara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X