Murid di Lebanon Belajar Menyelamatkan Diri dari Perang dan Bencana

Kompas.com - 09/05/2019, 21:37 WIB
Relawan melakukan pemeriksaan pertolongan pertama pada seorang siswa selama simulasi keselamatan di Sekolah 2 ATakmiliyat Al Kobba di Tripoli, Lebanon, 28 Maret 2019. (Thomson Reuters Foundation/Heba Kenso) Relawan melakukan pemeriksaan pertolongan pertama pada seorang siswa selama simulasi keselamatan di Sekolah 2 ATakmiliyat Al Kobba di Tripoli, Lebanon, 28 Maret 2019. (Thomson Reuters Foundation/Heba Kenso)

TRIPOLI, KOMPAS.com - Para murid sekolah Takmiliyat Al Kobba di Tripoli, Lebanon utara, harus mempertaruhkan hidup mereka dalam hujan peluru.

Mereka harus berlari menuruni tangga terbuka di sekolah berharap dapat menyelamatkan nyawa. Namun, tidak semua murid berhasil.

Seorang murid bernama Mekdad Dergham (8) terbunuh saat berupaya meninggalkan sekolahnya pada 2010.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata Israel, Pria Lebanon-Kanada Ditahan


"Anak ini seharusnya menuruni tangga untuk pulang sekolah, tapi dia tidak pernah sampai. Peluru lebih cepat daripada dia," ujar kepala sekolah Raghida Abdel El Hamid Chamsin kepada Reuters.

Sekarang sekolah itu bekerja sama dengan Palang Merah Lebanon (LRC) untuk melatih anak-anak tentang cara tetap aman selama konflik dan bencana.

Di Lebanon, perang di Suriah yang meleus pada 2011 telah memicu ketidakstabilan terbutuk di negara tersebut sejak peranag saudara pada 1975-1990.

Beberapa pertempuran terjadi seperti di Tripoli, kota terbesar Lebanon, yang menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.

Selain berjuang mengatasi konflik, 6 juta warga Lebanon juga menghadapi ganasnya bencana alam. Negara itu dilintasi tiga garis patahan gempa bumi yang besar.

Sejumlah bencana lainnya seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan badai juga melanda Lebanon.

Beberapa pekerjaan terkait manajemen risiko bencana nasional telah diupayakan, sementara sekolah juga menjadi titik fokus lain.

Pemerintah kini mengembangkan materi pendidikan seperti permainan papan untuk anak usia 9-15 tahun untuk mempelajari langkah menghadapi bencana.

Sementara selama latihan menghadapi konflik bersenjata, murid-murid dengan cepat melakukan evakuasi dari ruang kelas dan berlindung di ruang teater sekolah.

Meski pertempuran telah mereda di Tripoli dalam beberapa tahun terakhir, tembakan serupa masih terdengar di sekitar 200 sekolah pemerintah selama simulasi.

Baca juga: Ngantor Naik Sepeda dan Skuter, Anggota Parlemen Lebanon Jadi Perhatian

"Saya merasa takut. Tapi ketika saya memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukan, rasa takut berkurang karena saya tahu bagaimana melindungi diri saya," ujar Amal Ibrahim, seorang murid usia 14 tahun.

Manajer proyek LRC Kassem Chaalan mengatakan, kerabat murid juga diundang untuk belajar simulasi penyelamatan.

"Dalam penelitian kami, sejumlah ekamtian dan cedera disebabkan ketika berupaya melarikan diri atau menyelamatkan orang lain," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X