Kompas.com - 26/04/2019, 18:43 WIB

PALMERSTON NORTH, KOMPAS.com - Kepolisian Selandia Baru sedang mencari seorang pria berusia 38 tahun terkait kasus pencurian 11 senjata api dari kantor polisi di Palmerston North.

Senjata-senjata yang dicuri, sebagian merupakan senjata yang akan dimusnahkan, serta ada satu senjata semi-otomatis yang telah dilarang di bawah undang-undang baru.

"Saya sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi. Kejadian (pencurian) ini sangat tidak bisa diterima," kata penjabat komandan polisi regional, Sarah Stewart, dikutip AFP, Jumat (25/4/2019).

Radio Selandia Baru melaporkan setidaknya ada satu senjata yang dicuri merupakan senjata semi-otomatis yang diserahkan oleh warga kepada polisi karena termasuk dalam daftar senjata yang dilarang, pasca-insiden penembakan dua masjid di Christchurch.

Pihak berwenang tidak mengungkapkan ada tidaknya amunisi yang turut dicuri dalam insiden tersebut.

Baca juga: Tingkat Ancaman Diturunkan, Polisi Selandia Baru Kembali Simpan Senjata Api

"Sebanyak 11 senjata api tersebut berada di area penyimpanan barang bukti yang saat ini tidak dihitung. Dan harus saya tekankan bahwa senjata yang hilang bukan senjata milik anggota polisi, melainkan senjata yang ditahan sebagai barang bukti atau diserahkan warga untuk dihancurkan," kata Stewart.

Komisaris Polisi Mike Bush telah memerintahkan dilakukannya penyelidikan segera terhadap tindak pencurian dan audit keamanan terhadap seluruh senjata api di seluruh kantor polisi di Selandia Baru.

Sementara tersangka pelaku pencurian diduga adalah seorang pria berusia 38 tahun yang terlihat berada di halaman polisi sekitar waktu pencurian.

Pemerintah Selandia Baru telah mengesahkan undang-undang pengetatan senjata api yang baru, menyusul insiden serangan teror yang menewaskan hingga 50 orang di Christchurch.

Undang-undang baru tersebut bertujuan untuk menghapus senjata semi-otomatis yang beredar di masyarakat melalui skema pembelian kembali, serta menerapkan larangan dan hukuman yang berat bagi warga yang masih memilikinya tanpa izin.

Sekitar 3.000 senjata api telah diserahkan atau akan diserahkan pemiliknya setelah mengisi formulir kesediaan menyerahkan senjata api.

Baca juga: Ditinggal Nonton Liga Champions, Senjata dan Amunisi di Pos Polisi Digasak Maling

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.