Kasus Siswi Dibakar, Sekolah Diperintahkan Bentuk Komite Pencegahan Kekerasan Seksual

Kompas.com - 22/04/2019, 21:31 WIB
Massa aksi demonstrasi menuntut keadilan atas kasus pembunuhan siswi Nusrat Jahan Rafi yang dibakar karena melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpa dirinya. AFP / MUNIR UZ ZAMANMassa aksi demonstrasi menuntut keadilan atas kasus pembunuhan siswi Nusrat Jahan Rafi yang dibakar karena melaporkan kasus pelecehan seksual yang menimpa dirinya.

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh telah memerintahkan kepada sekitar 27.000 sekolah dan perguruan tinggi di negara itu untuk membentuk komite pencegahan kekerasan seksual.

Perintah tersebut menyusul kasus pembunuhan seorang siswi dengan cara dibakar hidup-hidup akibat melaporkan kepala sekolah yang telah melecehkannya ke kantor polisi.

Nusrat Jahan Rafi (19) meninggal pada 10 April lalu akibat luka bakar di tubuhnya yang mencapai 80 persen. Dia dibakar oleh sekelompok orang karena menolak mencabut laporan pengaduan di kantor polisi terhadap kepala sekolah, yang diduga telah memperkosanya.

Kasus ini mengundang digelarnya aksi unjuk rasa selama 11 hari berturut-turut di Dhaka, yang menyoroti kinerja kepolisian, yang diduga mengabaikan aduan Nusrat.

Baca juga: Tuduh Kepala Sekolah Memperkosanya, Siswi Ini Dibakar Hidup-hidup

Menanggapi kasus ini, pemerintah Bangladesh telah memerintahkan kepada lebih dari 27.000 sekolah dan perguruan tinggi untuk membentuk komite beranggotakan lima orang untuk mencegah tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

"Komite tersebut nantinya akan dipimpin oleh perempuan guru dan akan bertugas mengambil langkah-langkah pencegahan terjadinya pelecehan seksual dan menanggapi jika ada keluhan," kata direktur Direktorat Pendidikan Tinggi dan Menengah, Shahedul Khabir Chowdhury, kepada AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Chowdury menambahkan, pembentukan komite tersebut di bawah perintah pengadilan tinggi negara pada 2009 yang menetapkan serangkaian pedoman pencegahan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak di tempat kerja, sekolah, dan jalanan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina telah berjanji bahwa semua pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan Nusrat akan diadili dan mendapat hukuman setimpal.

Perdana menteri juga menugaskan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab polisi tidak menindaklanjuti laporan korban dan melindunginya.

Otoritas berwajib mengatakan telah menahan setidaknya 20 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk kepala sekolah yang disebut korban telah melecehkannya dan menurut tersangka lain telah memerintahkan pembunuhan.

Baca juga: Kasus Siswi Dibakar di Bangladesh, Perdana Menteri Buka Suara

Aktivis menyebut kasus pembunuhan Nusrat telah mengekspos budaya impunitas atau pembebasan dari hukuman, terhadap pelaku kejahatan seksual pada perempuan dan anak-anak, serta fakta bahwa mereka yang melaporkan pelecehan justru mendapat balasan.

Organisasi nonpemerintah, Yayasan Manusher Jonno, menyebut setidaknya ada 39 kasus pemerkosaan terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun di Bangladesh sejak 2 April.

Serta delapan kasus lainnya di mana korban mengalami pelecehan seksual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.