Kompas.com - 09/04/2019, 21:16 WIB

ALBUQUERQUE, KOMPAS.com - Brandon Reynolds mempunyai sebuah "ritual" yang bakal menangkannya. Yakni mendengarkan detak jantung putrinya.

Ayah dari Albuquerque, Amerika Serikat (AS) itu berkata putrinya dilahirkan dengan kelainan jantung. Jadi setiap saat, dia bakal mendengarkan detaknya dan merasa tenang.

Itulah yang dikatakan Reynolds kepada paramedis ketika melapor di rumahnya pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat Jumat pekan lalu (5/4/2019).

Baca juga: Gara-gara Muntahkan Sereal, Pasangan Ini Siksa Anaknya hingga Tewas

Diwartakan The Washington Post via The Independent Selasa (9/4/2019), tim penyelamat yang sampai di rumah Reynolds menemukan putrinya tidak berdenyut, kemungkinan mendapat serangan jantung.

Namun, paramedis melihat ada tanda trauma fisik yang membuat mereka melapor ke polisi. Saat diselamatkan, denyut bocah lima tahun itu sempat ditemukan.

Paramedis kemudian memindahkan gadis yang tak disebutkan identitasnya itu ke Rumah Sakit Universitas New Mexico, di mana dia dinyatakan meninggal.

Polisi yang curiga dengan penyebab kematian bocah itu kemudian menanyai Reynolds. Dari situlah, dia kemudian mengakui perbuatannya.

Reynolds mengatakan insiden itu berawal dari putrinya yang mendapat pendidikan secara homeschooling, dengan mendapat Pekerjaan Rumah (PR) di komputer.

Saat kejadian itu, bocah itu mengatakan kepada Reynolds dia tidak ingin mengerjakan PR, dan membuatnya naik pitam hingga memutuskan "mendisiplinkan" si bocah.

Dia memakai sepatu untuk memukuli anak itu, dan membuatnya semakin "kalap" hingga menyadari kesalahannya ketika si bocah lemas dan terkulai di pangkuannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.