Teror di Selandia Baru, Umat Muslim Australia Diminta Waspada

Kompas.com - 16/03/2019, 08:14 WIB
Ketegangan terlihat di luar Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, menyusul insiden penembakan di masjid tersebut, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut. ANTARA FOTO/REUTERS/SNPA/MARTIN Ketegangan terlihat di luar Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, menyusul insiden penembakan di masjid tersebut, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.

CANBERRA, KOMPAS.com - Para ulama di Australia mengutuk serangan penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Mereka menyebut serangan itu sebagai sebagai sebuah aksi teror yang terinspirasi oleh paham Islamofobia.

Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) juga mendesak pemerintah Australia di semua level untuk memberi perhatian ekstra pada sentimen anti- Muslim dan ekstrimisme.

Baca juga: Saya Kira Orang Itu Membawa Pistol Air, Ini Selandia Baru


Presiden AFIC, Dr Rateb Jneid mengatakan, para korban penembakan dan keluarga mereka berada dalam doanya.

"Dengan kesedihan yang mendalam kita mengetahui serangan teroris yang dilakukan terhadap jamaah tidak bersalah di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru," kata Jneid.

"Kami menyampaikan doa dan simpati kami kepada para korban dan penyintas, keluarga mereka dan masyarakat Selandia Baru selama masa yang mengerikan ini," tambahnya.

"Tindakan teror terhadap para jamaah yang tidak bersalah ini adalah kekejaman dan kami berduka bersama para korban dan keluarga mereka," lanjut Jneib.

Senator perempuan Muslim pertama Australia, Mehreen Faruqi, mengutuk sentimen anti-Islam di Australia, terutama yang datang dari politisi sayap kanan seperti Pauline Hanson dan Fraser Anning.

"Ada darah di tangan para politisi yang menghasut kebencian. Bagi saya, ada hubungan yang jelas antara politik kebencian mereka dan kekerasan yang memalukan dan tidak masuk akal di Christchurch ini," unggahnya di Twitter.

"Muslim telah menjadi sasaran selama sholat Jumat, ini bukan peristiwa terisolasi dengan penyebab misterius. Ini bukan peristiwa acak. Ini adalah konsekuensi dari kebencian Islamofobia dan rasis yang telah dinormalisasi dan dilegitimasi oleh beberapa politisi dan media. "

"Menghadiri sholat Jumat adalah ritual keluarga bagi jutaan umat Islam. Hati saya hancur untuk semua orang yang kehilangan keluarga dan teman-teman hari ini, dan Muslim di seluruh dunia yang khawatir akan keselamatan mereka setiap hari," ujar Faruqi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X