Mandor hingga Intelijen, Profesi Pemimpin Uni Soviet-Rusia Sebelum Berkuasa

Kompas.com - 12/02/2019, 18:27 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP / ALEXEY NIKOLSKY / SPUTNIKPresiden Rusia Vladimir Putin.

KOMPAS.com - Rusia hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu negara terbesar di dunia. Bahkan, sejak Perang Dunia II berakhir, Rusia yang saat itu masih tergabung dalam Uni Soviet menjadi negara adikuasa selain Amerika Serikat.

Tak heran jika pemimpin Uni Soviet hingga Rusia dikenal sebagai sosok yang tegas, kuat, bahkan kerap dianggap sebagai pemimpin diktator.

Namun, butuh perjuangan keras untuk menjadi seorang pemimpin Rusia atau Uni Soviet. Mereka perlu membuktikan diri untuk memperlihatkan kewibawaan di hadapan rakyat, bahkan sejak belum menjabat.

Para pemimpin Uni Soviet dan Rusia ini berjuang mengasah kemampuannya sejak menjadi kader partai hingga menduduki jabatan tertentu, atau ketika menjalani prosesi non-birokrat.

Berikut adalah pekerjaan penguasa Uni Soviet dan Rusia sebelum berada di pucuk kepemimpinan:

1. Vladimir Lenin (pengacara)

Vladimir Lenin.britannica.com Vladimir Lenin.

Ketika masih muda, Lenin bekerja sebagai sisten pengacara di kota Samara. Saat itu, Lenin menjadi penganut Marxisme dan menangani berbagai kasus selama dua tahun.

Pemikirannya ketika itu adalah untuk melindungi seseorang dari para penjahat.

Sebagai seorang pengacara, ia tidak pernah memenangkan kasus, tetapi kadang-kadang berhasil menurunkan hukuman untuk klien atas kejahatan yang dilakukan karena ceroboh.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kembalinya Lenin dari Pengasingan

2. Joseph Stalin (calon pendeta, penyair)

Joseph Stalinhollowverse.com/ istimewa Joseph Stalin
Pada awalnya, Stalin menjalani ilmu agama di Seminari Spiritual di Tiflis (sekarang Tbilisi, Georgia). Namun, jiwanya memberontak dan menginginkan mengikuti jalan revolusioner.

Dia dikeluarkan dari sekolah pendeta pada 1899 karena menghadiri beberapa ujian yang sedang dilaksanakan.

Selain itu, Stalin juga memiliki sisi lain yakni menulis puisi yang melankolis tentang tema-tema alam dan tanah kelahirannya di Georgia.

Namun, Stalin tetap dikenal sebagai pemimpin dunia yang kejam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber RBTH
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X