Dua Pertiga Gletser Himalaya Akan Mencair jika Pemanasan Global Tak Diatasi

Kompas.com - 06/02/2019, 15:59 WIB
Pada hari Senin, 22 Februari 2016, para trekker melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. Sepertiga dari gletser Himalaya akan mencair pada akhir abad ini karena perubahan iklim, mengancam sumber air bagi 1,9 miliar orang, bahkan jika upaya saat ini untuk mengurangi perubahan iklim berhasil, menurut penilaian yang dirilis Senin, 4 Februari, 2019 oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu. AP Photo/Tashi Sherpa, filePada hari Senin, 22 Februari 2016, para trekker melewati gletser di base camp Mount Everest, Nepal. Sepertiga dari gletser Himalaya akan mencair pada akhir abad ini karena perubahan iklim, mengancam sumber air bagi 1,9 miliar orang, bahkan jika upaya saat ini untuk mengurangi perubahan iklim berhasil, menurut penilaian yang dirilis Senin, 4 Februari, 2019 oleh Pusat Internasional untuk Pengembangan Gunung Terpadu.

KOMPAS.com - Sebuah studi yang dilakukan International Center for Integrated Mountain Development (Icimod) mengungkap bahwa dua pertiga gletser di Pegunungan Himalaya pada 2100 akan mencair jika manusia tidak berupaya mencegah pemanasan global.

Hasil penelitian Icimod ini dirilis pada Senin (4/2/2019).

Dilansir dari US News, pencairan gletser dapat mengakibatkan banjir dan peningkatan polusi udara dari karbon hitam serta debu yang tersimpan di gletser.

Tak hanya itu, pertambahan volume air tawar dari gletser yang mencair juga akan memengaruhi produksi pangan untuk 2 miliar orang yang tinggal di sekitar Pegunungan Himalaya.

"Semua negara yang terkena dampak perlu memprioritaskan menangani masalah yang akan datang ini sebelum kritis," ujar Direktur ICIMOD, Saleemul Huq.

Studi ini telah dilakukan Icimod selama lima tahun dengan mengamati dampak perubahan iklim pada kawasan pegunungan yang melintasi Asia, melalui Afghanistan, Pakistan, India, Nepal, China, Bhutan, Bangladesh, dan Myanmar.

Penduduk yang akan terimbas oleh pencairan lapisan es dan gletser itu hidup di dataran rendah yang juga dialiri sungai-sungai yang berasal dari Pegunungan Himalaya, seperti Sungai Gangga, Sungai Yangtze, dan Sungai Mekong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Samudra Hangat Cairkan Gletser Terbesar di Antartika Timur

Upaya membatasi suhu

Studi juga menjelaskan, jika kita bisa membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini, kita akan bisa memperlambat proses pencairan gletser tersebut. Meski begitu, kita tetap kehilangan sepertiga gletser.

Namun, jika kita tidak melakukan upaya pembatasan pemanasan global, diperkirakan suhu global akan meningkat sebesar 2 derajat Celcius. Ini berarti bisa mencairkan dua pertiga gletser Himalaya.

Pemerintah Kota Paris, Perancis telah menetapkan target utama menjaga suhu global rata-rata naik lebih dari 2 derajat Celcius atau 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.