Suhu di AS Minus 52 Derajat Celsius, Air Terjun Niagara Membeku

Kompas.com - 01/02/2019, 07:12 WIB
Uap muncul Air Terjun Niagara sebelum matahari terbit  di, Ontario, Kanada, Kamis (31/1/2019). Cuaca ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku. (AFP/Lars Hagberg) Uap muncul Air Terjun Niagara sebelum matahari terbit di, Ontario, Kanada, Kamis (31/1/2019). Cuaca ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku. (AFP/Lars Hagberg)

ONTARIO, KOMPAS.com — Fenomena polar vortex atau pusaran kutub yang merupakan kumpulan udara di bawah suhu beku membuat wilayah di Amerika Serikat lebih dingin dari Antartika.

Suhu di negara bagian North Dakota mencapai 32 derajat di bawah nol Celsius, dan minus 52 derajat Celsius tercatat di Minnesota.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Polar Vortex, Kenapa Hanya Sebagian Amerika yang Beku?

Cuaca dingin yang ekstrem membuat uap naik dari perairan Danau Michigan, Amerika Serikat. Uap itu merupakan hasil dari udara yang sangat dingin menembus air hangat di danau.


Di sisi lain, balok-balok es tampak menutupi sungai yang berliku melewati pusat kota Chicago. Suhu ekstrem membuat sebagian Air Terjun Niagara membeku.

Baca juga: Suhu Minus 52 Derajat Bekukan AS, Korban Tewas Bertambah Jadi 10 Orang

Diwartakan The Independent, Jumat (1/1/2019), gambar terbaru dari Air Terjun Niagara menunjukkan pemandangan menarik seperti lokasi set film animasi Disney, Frozen.

Saat AS dilanda suhu ekstrem yang bahkan lebih dingin dari Antartika, temperatur di Ontario, Kanada, juga menurun menjadi minus 18 derajat Celsius.

Alhasil, sebagian Air Terjun Niagara beku sebagian dengan uap yang dapat terlihat muncul akibat pertemuan suhu air yang lebih hangat dengan udara dingin.

Bongkahan es terbentuk oleh air yang mengalir di sekelilingnya juga membuat air terjun indah untuk dilihat, dengan hiasan pepohonan dan bebatuan di sekitar yang diselimuti salju.

Laporan NBC News, saat ini sekitar 120 juta orang di 27 negara bagian di AS mendapat peringatan cuaca dingin ekstrem dari Upper Midwest ke Maine, lalu hingga ke bagian North Carolina.

Meski angin dingin tidak akan sedingin pada Rabu lalu, suhu ekstrem masih akan brutal di wilayah Midwest dan Timur Laut.

Angin dingin diperkirakan berembus di Chicago dengan suhu yang kembali turun ke minus 40 derajat Celsius pada Kamis pagi.

Baca juga: Cuaca Ekstrem: AS Lebih Dingin dari Antartika, Australia Masih Panas

"Ini adalah dingin bersejarah. Suhu yang mengancam jiwa dan harus ditanggapi sebagaimana mestinya," ucap Wali Kota Chicago Rahm Emanuel, seperti dikutip dari AFP.

Badan Cuaca Nasional (NSW) menyatakan, suhu akan tetap berada di bawah rata-rata hingga minus 45 derajat Celsius pada Kamis.

"Angin dingin yang berbahaya dapat menyebabkan jaringan tubuh membeku pada kulit yang terpapar dingin dalam waktu 5 menit," demikian pernyataan NSW.



Terkini Lainnya


Close Ads X