Kompas.com - 25/01/2019, 21:30 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China tak ingin menanggapi komentar tentang Presiden Xi Jinping yang disampaikan miliarder AS, George Soros, menyebutnya tidak memiliki arti apa-apa.

Dalam kesempatan berbicara di Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Swiss, Soros menyoroti sosok Presiden China Xi Jinping.

Dia menilai Xi sebagai "musuh paling berbahaya" bagi masyarakat terbuka karena memimpin rezim pemerintahan berteknologi tinggi.

"China bukan hanya rezim otoriter di dunia, tapi juga yang terkaya, terkuat, dan paling maju secara teknologi," katanya, seperti diwartakan AFP, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Miliarder George Soros: Xi Jinping adalah Musuh Paling Berbahaya

"Ini membuat Xi Jinping sebagai lawan paling berbahaya bagi masyarakat terbuka," imbuhnya.

Atas komentar Soros, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan, pernyataan yang dibuat oleh beberapa individu yang membalikkan yang benar dengan yang salah, tidak berarti apa-apa dan tidak layak untuk disanggah.

"Kami harap orang Amerika yang bersangkutan dapat memperbaiki sikapnya, tidak berpandangan pendek, dan memiliki pendapat yang obyektif, rasional, dan benar tentang perkembangan China," kata Hua, tanpa menyebut nama Soros.

Dalam pidatonya di Swis, Soros tak hanya mengomentari Xi, tapi juga menyoroti kekhawatiran Barat terkait perusahaan teknologi asal China seperti ZTE dan Huawei, di saat negara-negara lain sedang meluncurkan jaringan nirkabel 5G.

Dia mengatakan, Presiden AS Donald Trump harus menindak keras perusahaan-perusahaan itu sebagai bagian upaya yang lebih terfokus pada China, ketimbang mengambil langkah praktis dalam perang dagang.

"Jika perusahaan-perusahaan ini mendominasi pasar 5G, mereka akan menghadirkan risiko keamanan yang tidak dapat diterima untuk seluruh dunia," kata Soros.

Baca juga: Soros: Krisis 2008 Bisa Terulang Lagi karena China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP,SCMP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.