Waspada Virus Corona, Presiden Mongolia Dikarantina Usai Kembali dari China

Kompas.com - 28/02/2020, 17:43 WIB
Presiden Mongolia Khaltmaagiin Battulga menunggu jelang upacara penyambutan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ulaanbaatar, pada 3 September 2019. Dia dan jajarannya dikarantina selama dua pekan untuk mencegah virus corona setelah kembali dari China. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERSPresiden Mongolia Khaltmaagiin Battulga menunggu jelang upacara penyambutan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ulaanbaatar, pada 3 September 2019. Dia dan jajarannya dikarantina selama dua pekan untuk mencegah virus corona setelah kembali dari China.

ULAANBAATAR, KOMPAS.com - Presiden Mongolia dan seluruh delegasinya dilaporkan dikarantina sebagai bentuk kewaspadaan atas virus corona selepas berkunjung ke China.

Presiden Khaltmaagiin Battulga menemui Presiden Xi Jinping di tengah merebaknya virus yang diyakini berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan itu.

Baca juga: Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 44 Orang, Terendah dalam Sebulan Terakhir

Keadaan darurat yang menimpa China karena merebaknya virus corona nampaknya tidak sampai menghalangi pertemuan antara Khaltmaagiin dengan Xi Jinping.

Meski begitu dilansir Russian Today Jumat (28/2/2020), otoritas Mongolia nampaknya bertindak tegas dengan tetap memeriksa sang presiden sesuai prosedur kesehatan.

Setelah kembali ke Ulaanbaatar Kamis (27/2/2020), Khaltmaagiin dan seluruh pejabat yang menemaninya di China langsung dikarantina selama dua pekan.

Mereka juga menjalani pemeriksaan SARS-Cov-2, nama resmi virus, meski tidak diketahui apakah hasil yang keluar negatif atau positif.

Mereka yang juga ikut diisolasi hersama Khaltmaagiin adalah menteri luar negeri, kepala staf kepresidenan, duta besar untuk China, dan penasihat kebijakan luar negeri.

Selama dua pekan ke depan, mereka akan menghabiskan waktu di sebuah resor yang terletak di kawasan terpencil. Adapun Khaltmaagiin ditempatkan di klinik ibu kota.

Virus yang pertama kali muncul pada Desember 2019 itu dilaporkan sudah membunuh lebih dari 2.800 orang, dengan 83.000 lainnya terinfeksi.

Di Iran, sejumlah pejabat negara juga tertular. Seperti Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi, dan Wakil Presiden Bidang Keluarga dan Perempuan Masoumeh Ebtekar.

Sementara mantan Duta Besar untuk Vatikan, Hadi Khosrowshahi, meninggal pada Kamis karena virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Pemerintah Rusia Tangkap Anjing dan Kucing Liar Sekaligus Basmi Tikus

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X