Gembong Narkoba El Chapo Ingin Beri Anak Perempuannya Senjata AK-47 - Kompas.com

Gembong Narkoba El Chapo Ingin Beri Anak Perempuannya Senjata AK-47

Kompas.com - 11/01/2019, 09:45 WIB
Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.AFP/ALFREDO ESTRELLA Dalam foto yang diambil pada 8 Januari 2016 ini terlihat gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman digiring menuju sebuah helikopter di sebuah bandara di Mexico City setelah militer menangkapnya di Los Mochis, negara bagian Sinaloa setelah sempat kabur dari penjara.

NEW YORK, KOMPAS.com - Gembong narkoba asal Meksiko Joaquin " El Chapo" Guzman ingin memberikan senapan serbu AK-47 kepada anak perempuannya yang masih kecil.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan di pengadilan Amerika Serikat pada Rabu lalu.

Diwartakan CBS News, Kamis (10/1/2019), El Chapo dan istrinya saling bertukar pesan teks saat dia sedang dalam pelarian pada 2012.

El Chapo dan istrinya menghabiskan banyak waktu mereka secara terpisah, terutama ketika sang gembong narkoba sedang menghindari pihak berwenang.


Baca juga: Selain Punya Kebun Binatang Pribadi, Begini Kehidupan Mewah El Chapo

Meski demikian, dia masih bisa memeriksa kondisi sang istri dan anak kembar mereka melalui teknologi khusus yang dipasang oleh ahli siber bernama Christian Rodriguez.

Dalam salah satu pesan dengan istrinya, Emma Coronel Aispuro, El Chapo menggambarkan putrinya yang berusia 6 bulan kala itu sebagai sosok yang tak kenal takut.

Sebagai informasi, Emma melahirkan bayi perempuan kembar pada 2011. Sang suami menyebut gadis-gadis ciliknya yang bernama Mali dan Kiki itu dengan julukan "ratu kecil".

"Saya akan memberinya AK-47 agar dia bisa bergaul dengan saya," tulisnya dalam pesan teks, seperti dikutip dari CNN.

Dalam persidangan juga terungkap, El Chapo merekrut Rodriguez untuk membuat sistem komunikasi terenkripsi pada 2008.

"Dia menelepon saya sepanjang waktu untuk tanya hal-hal mengenai perangkat lunak mata-mata," kata Rodriguez.

Pada 2012, FBI mendekati Rodriguez dan meyakinkannya untuk bekerja sama. Sejak itu, dia mendapat bayaran 460.000 dollar AS dan merelokasinya ke AS untuk keselamatannya.

"Pria ini benar-benar berani. Dia secara bersamaan bekerja untuk kartel, tahu betapa kejamnya itu, dan bekerja untuk FBI," ucap analis hukum CBS News Rikki Klieman.

Di pengadilan, Rodriguez mengaku dipanggi ke persembunyian El Chapo pada 2008 untuk menciptakan sistem.

Baca juga: Persidangan El Chapo Ungkap Korupsi Endemik Pemerintah Meksiko

Menurut dia, El Chapo menyukai fitur yang memungkinkan menyalakan mikrofon jarak jauh sehingga dapat menguping pihak lain.

Guzman atau El Chapo merupakan bos kejahatan yang paling ditakuti sekaligus dikagumi di Meksiko. Dia dapat kabur dari penjara sebanyak dua kali.

Tapi dia berhasil ditangkap kembali dan dikirim ke AS pada 2017.


Terkini Lainnya

Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo

Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp 1,4 Triliun dari El Chapo

Internasional
Bantah Terlibat Suap Izin Meikarta, Sekda Jabar Siap Jadi Saksi

Bantah Terlibat Suap Izin Meikarta, Sekda Jabar Siap Jadi Saksi

Regional
Wagub Jabar Dukung Pemekaran Garut Selatan, Sukabumi Selatan, dan Bogor Barat

Wagub Jabar Dukung Pemekaran Garut Selatan, Sukabumi Selatan, dan Bogor Barat

Regional
Lebih Dua Pekan Ditutup, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kini Dibuka

Lebih Dua Pekan Ditutup, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kini Dibuka

Regional
Cegah Dukungan Kelompok Lain, Satgas Tinombala Diminta Segera Tangkap Ali Kalora Cs

Cegah Dukungan Kelompok Lain, Satgas Tinombala Diminta Segera Tangkap Ali Kalora Cs

Nasional
Kinerja Diawasi Masyarakat, Polri Diyakini Netral dalam Pemilu 2019

Kinerja Diawasi Masyarakat, Polri Diyakini Netral dalam Pemilu 2019

Nasional
Mahfud MD Minta Masyarakat Kritis Cermati Debat Capres

Mahfud MD Minta Masyarakat Kritis Cermati Debat Capres

Regional
Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia

Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia

Regional
Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Megapolitan
Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Megapolitan
Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Internasional
Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Megapolitan
Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan

Close Ads X