Tujuh Pembunuh Bayaran Bunuh 4 Polisi dalam Penyergapan di Gunung

Kompas.com - 26/12/2018, 12:34 WIB
Potongan video memperlihatkan salah satu sicario (pembunuh bayaran) sedang tersenyum ketika mempersiapkan penyergapan di Meksiko Oktober lalu. Penyergapan tersebut membunuh empat polisi. El Universal via The MercuryPotongan video memperlihatkan salah satu sicario (pembunuh bayaran) sedang tersenyum ketika mempersiapkan penyergapan di Meksiko Oktober lalu. Penyergapan tersebut membunuh empat polisi.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Kelompok pembunuh bayaran Meksiko dilaporkan menyergap mobil polisi di kawasan pegunungan dan menewaskan empat di antaranya.

Dalam video yang dilansir New York Post Selasa (25/12/2018), terdapat setidaknya tujuh anggota kelompok itu sedang bersantai di hutan yang mengarah ke jalan.

Baca juga: Pembunuh Bayaran Rusia Ungkap Cara Habisi 40 Orang Targetnya

Dengan membawa senjata lengkap, kelompok itu bergurau dan bercanda. "Komandan polisi, kami akan datang kepadamu," kata si perekam.

"Kami akan membunuh polisi negara bagian di sini. Sebab, mereka berani mendekatkan hidung mereka ke bisnis kami," lanjut si perekam.

Adegan berganti di mana mereka sudah bersiap-siap dengan senapan mesin dan memberondong sebuah SUV hitam yang sedang melintas.

SUV itu banting setir ke arah kiri dan terguling dengan salah seorang anggota polisi sempat terlontar, namun dia berhasil berlindung.

Baku tembak berlangsung selama 55 detik dengan empat anggota polisi tewas dalam penyergapan tersebut. Sementara polisi kelima berhasil menyelamatkan diri.

Harian setempat El Universal mengabarkan, insiden penyergapan itu berlangsung Almoloya de Alquisiras, sekitar 140 km dari Mexico City pada 28 Oktober.

Para pembunuh bayaran atau sicario itu merupakan bagian dari La Familia Michoacana, sebuah kartel narkoba dan organisasi kriminal di Negara Bagian Michoacan.

Polisi menerangkan, mereka sudah menahan salah satu dari tujuh sicario itu, dan video tersebut merupakan bagian dari bukti untuk menjerat kelompok itu.

Kini, polisi berujar penyelidikan tengah dilaksanakan untuk mencari tahu bagaimana video tersebut bisa tersebar di dunia maya.

Baca juga: Paus Fransiskus: Aborsi Sama dengan Menyewa Pembunuh Bayaran

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X