Australia Akhirnya Bentuk KPK Tingkat Federal

Kompas.com - 13/12/2018, 21:33 WIB
Scott Morrison terpilih sebagai perdana menteri baru Australia pada Jumat (24/8/2018). (AFP/Mark Graham) Scott Morrison terpilih sebagai perdana menteri baru Australia pada Jumat (24/8/2018). (AFP/Mark Graham)

 CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan pembentukan komisi pemberantasan korupsi tingkat federal, setelah mendapat terus mendapat tekanan dari politisi lintas-fraksi di parlemen.

Partai Buruh yang beroposisi, Partai Hijau, dan partai politik kecil selama ini berkampanye bagi dibentuknya lembaga antikorupsi, dengan dasar sistem yang ada saat ini sudah tak memadai lagi.

Sebelumnya dalam akhir masa sidang parlemen, Morrison mengatakan pemerintahannya tak akan menentang pembentukan lembaga ini di tingkat nasional.

Namun saat itu dia menyebutnya sebagai isu kecil yang dibesar-besarkan pihak oposisi.

Baca juga: Otoritas Australia Sita Tupai yang Diselundupkan dari Bali

Saat ini di Australia, lembaga pemberantasan korupsi berada di tingkat negara bagian dengan kewenangan di lingkup negara bagian tersebut.

Dalam pengumumannya pada Kamis (13/12/2018), PM Morrison menegaskan kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintahan dan pegawai negeri sangat penting artinya.

Lembaga baru ini akan memiliki dua divisi, yaitu divisi integritas penegak hukum dan divisi integritas sektor pegawai negeri.

"Kami mempelajari semua alternatif yang ada. Kami percaya inilah cara terbaik untuk itu. Cara paling masuk akal, terukur, dipertimbangkan dengan hati-hati untuk mengatasi permasalahan ini," kata Morrison.

Pemerintah akan membentuk jabatan baru yang disebut Komisaris Integritas Commonwealth, yang memiliki kewenangan pengawasan atas kedua divisi tersebut.

Di bawah pejabat ini juga akan ditunjuk dua komisaris, yaitu Komisaris Integritas Penegak Hukum dan Komisaris Integritas Sektor Pegawai Negeri.

Divisi penegak hukum merupakan perluasan dari lembaga yang sudah ada yang memiliki yurisdiksi atas Kepolisian Federal, Austrac (semacam PPATK), Departemen Dalam Negeri dan bagian dari Departemen Pertanian dan Sumber Daya Air.

Sementara divisi sektor pegawai negeri akan mencakup sektor pegawai negeri lainnya termasuk seluruh anggota parlemen, pegawai departemen, pegawai lembaga negara, dan pegawai peradilan federal.

"Komisi integritas pegawai negeri akan menyelidiki tuduhan-tuduhan kriminal di sektor pegawai negeri," kata Jaksa Agung Australia Christian Porter.

Kedua divisi KPK Australia ini berwenang menyelidiki dugaan korupsi. Pemerintah akan membuat perubahan pada Kitab UU Hukum Pidana untuk memastikannya sesuai standar modern.

Morrison bersikukuh bahwa pemerintah telah mengupayakan pembentukan KPK ini sejak Januari lalu, ketika Malcolm Turnbull masih menjabat perdana menteri.

Baca juga: Dua Pencuri di Australia Bobol Bank Pakai Eskavator

Dia membantah pendapat bahwa pemerintahannya terpaksa dalam membentuk KPK, karena posisi mereka kini minoritas di parlemen.

"Hal ini dilakukan setelah pertimbangan panjang dan berhati-hati," ujarnya.

Bulan lalu Komisi Pegawai Negeri Australia mengungkapkan lebih dari 4.300 pegawai negeri tingkat federal mengaku menyaksikan perilaku korupsi di lingkungan kerjanya.

Hampir 80 pegawai negeri diselidiki dalam kasus korupsi dan 72 orang di antaranya diputuskan melanggar kode etik PNS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X