Kompas.com - 10/12/2018, 20:10 WIB
Gereja Golden Lampstand di China sebelum dihancurkan. Foto ini diambil pada 6 Desember 2009. (AP Photo) Gereja Golden Lampstand di China sebelum dihancurkan. Foto ini diambil pada 6 Desember 2009. (AP Photo)

BEIJING, KOMPAS.com - Pendeta dan puluhan jemaat gereja Protestan yang tidak resmi di China dilaporkan hilang pada Senin (10/12/2018). Mereka hilang usai pihak berwenang menggerebek rumah-rumah.

Menurut pernyataan Early Rain Covenant Church yang bermarkas di Chengdu, Sichuan, penyisiran polisi itu digelar pada Minggu (9/12/2018) malam.

Umat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, beberapa pemimpin gereja, termasuk pendeta Wang Yi ditahan.

Baca juga: Buka Lowongan Guru, Sekolah di China Wajibkan Pelamar Berijazah PhD

Setidaknya, ada 80 orang yang dinyatakan hilang, tapi tidak diketahui jelas berapa banyak yang ditahan atau jumlah yang belum terhitung.

"Sebagian besar anggota gereja dibawa dari rumah mereka, dan beberapa ditangkap di jalan," kata seorang jemaat kepada AFP.

"Beberapa ditemukan melalui ponsel dan dibawa pergi," ucapnya.

Polisi Sichuan menolak berkomentar, sementara Polisi Chengdu tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan konfirmasi.

Seperti diketahui, ada gereja Protestan resmi dan tidak resmi di China, termasuk Early Rain Covenant Church.

Sementara gereja yang diakui negara harus turut menampilkan lagu-lagu Partai Komunis dalam ibadat.

Gereja Katolik juga terbagi antara gereja tidak resmi yang dengan uskup yang diakui Vatikan, dan gereja resmi yang diatur.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X