Dapat Ancaman Mati, Massa "Rompi Kuning" Urung Bertemu PM Perancis

Kompas.com - 04/12/2018, 15:56 WIB
Polisi Perancis mencoba berbicara dengan pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan harga BBM di kota Sainte-Marie, Reunion, wilayah seberang lautan Perancis, Kamis (22/11/2018). AFP/RICHARD BOUHETPolisi Perancis mencoba berbicara dengan pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan harga BBM di kota Sainte-Marie, Reunion, wilayah seberang lautan Perancis, Kamis (22/11/2018).

PARIS, KOMPAS.com - Perwakilan dari pergerakan gilets jaunes (Rompi Kuning) dilaporkan tidak akan bertemu Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe.

Deutsche Welle melaporkan Senin (3/12/2018), Jacline Mouraud dan Benjamin Cauchy memutuskan tak bertemu dengan Philippe karena "alasan keamanan".

Baca juga: Atasi Unjuk Rasa Rompi Kuning, Polisi Paris Tembakkan Gas Air Mata

Mereka berdua mengaku telah menerima kabar akan adanya ancaman mati jika nekat untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah.


Philippe berniat untuk bertemu dengan para pengunjuk rasa setelah mendapat permintaan dari Presiden Emmanuel Macron.

Kantor Perdana Menteri pada Senin mengumumkan bakal melaksanakan "tindakan" untuk memadamkan aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung selama dua pekan itu.

Dilansir AFP Selasa (4/12/2018), Philippe berniat mengumumkan penundaan kenaikan pajak bahan bakar yang seharusnya diagendakan 1 Januari 2019.

Sumber dari internal pemerintah mengatakan, pengumuman itu bakal dilanjutkan serangkaian penanganan untuk memadamkan demonstrasi.

Pergerakan gilets jaunes dimulai awalnya sebagai bentuk protes kenaikan harga solar yang kebanyakan digunakan oleh warga Perancis.

Melalui pajak itu, Macron bermaksud menciptakan lingkungan yang lebih baik. Namun para pengunjuk rasa menyebut Macron tidak melihat sektor yang begitu mengandalkan transportasi.

Pergerakan yang awalnya menentang pajak bahan bakar berubah menjadi kemarahan atas naiknya biaya hidup, hingga kebijakan ekonomi Macron.

Presiden 40 tahun itu menggelar rapat darurat dengan kabinetnya setelah demonstrasi tersebut dilaporkan telah menewaskan tiga orang.

Dia menuduh lawan politiknya berusaha memanfaatkan pergerakan di mana anggotanya mengenakan rompi berwarna kuning terang.

Menteri Keuangan Bruno Le Maire bertemu dengan para pengusaha untuk menaksir kerugian ekonomi dalam demonstrasi tersebut.

Le Maire menjelaskan restoran kehilangan 20-50 persen pendapatan, sedangkan penjualan para pedagang eceran juga merosot hingga 20-40 persen.

Baca juga: Massa Rompi Kuning di Perancis Demo Kenaikan BBM, 1 Orang Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X