Kompas.com - 26/11/2018, 14:44 WIB
|

KIEV, KOMPAS.com - Pemerintah Ukraina memerintahkan militernya untuk siap berperang setelah Rusia menyita tiga kapal AL Ukraina di Selat Kerch, Minggu (25/11/2018).

Keputusan untuk menyiagakan pasukan dalam level tertinggi ini dilakukan setelah Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NSDC) mendukung keputusan Presiden Petro Poroshenko untuk menerapkan undang-undang darurat selama 60 hari.

Namun, langkah Presiden Poroshenko ini masih menunggi persetujuan Verkhovna Rada atau parlemen yang baru akan melakukan voting pada Senin (26/11/2018) waktu setempat.

Baca juga: Kapal Perangnya Ditembak Rusia, Ukraina Berniat Umumkan UU Darurat

"Berdasarkan keputusan NDSC memberlakukan undang-undnag darurat maka panglima angkatan bersenjata memerintahkan senua unit militer dalam kondisi siap tempur," demikian pernyataan yang dirilis Kementerian Pertahanan Ukraina.

Pada Minggu, AL RUsia menembak dan menangkap tiga kapal militer Ukraina yang terdiri atas dua kapal artileri dan satu kapal pandu.

Rusia mengatakan, ketiga kapal itu melanggar perbatasan laut Rusia dan berusaha melintasi Selat Kerch, sebuah celah sempit antara Rusia dan Crimea.

Selat sempit ini menghubungkan beberapa pelabuhan Ukraina di Laut Hitam dan Laut Azov.

Pasukan penjaga pantai Rusia mengatakan, kapal-kapal Ukraina itu tidak memberikan pemberitahuan saat akan melintas dan mengabaikan peringatan serta permintaan agar mereka berhenti berlayar.

Akibat insiden itu, tiga personel militer Ukraina (versi Kiev enam orang terluka) dan sudah mendapatkan perawatan medis di Rusia.

Sementara itu, Kiev bersikukuh sudah memberikan pemberitahuan sesuai prosedur kepada Rusia dalam situasi yang disebut sebagai sebuah manuver rutin terencana itu.

Kiev kini mendesak Rusia untuk melepaskan ketiga kapal itu dan seluru kru serta membayar kompensasi untuk kerusakan yang dialami ketiga kapal itu.

Baca juga: Rusia Sita Kapal Perang Ukraina, DK PBB Gelar Rapat Darurat

Pemerintah Ukraina juga meminta para sekutunya termasuk NATO dan Uni Eropa, untuk membalas aksi yang disebut Kiev sebagai sebuah agresi itu.

Kiev meminta Barat memperketat sanksi dan menjatuhkn hukuman baru terhadap Rusia dan memberikan bantuan militer untuk Ukraina agar bisa melindungi integritas teritorialnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.