Kehabisan Material Baja, Korea Utara Berupaya Impor dari China

Kompas.com - 26/11/2018, 14:14 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (bermantel hitam) memberi pengarahan kepada para pejabat militer setelah Korut mengklaim sukses mengujicoba senjata taktis berteknologi tinggi. AFP/KCNA VIA KNSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (bermantel hitam) memberi pengarahan kepada para pejabat militer setelah Korut mengklaim sukses mengujicoba senjata taktis berteknologi tinggi.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara dikabarkan tengah mengalami krisis material baja untuk kontruksi. Pyongyang pun mendesak agar perusahaan perdagangannya dapat meningkatkan impor baja konstruksi dari China.

Menurut sumber yang berbasis di China, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memberikan instruksi khusus kepada pelaku pedagangan negara meningkatkan pendapatan mata uang asing.

Hal itu dibutuhkan sehingga mereka dapat melakukan segala upaya untuk pengadaan material baja tersebut.

"Orang-orang di bidang perdagangan Korea Utara saat ini sedang dalam tekanan besar karena ini mandat khusus dari pusat partai (Kim Jong Un)," kata sumber kepada Radio Free Asia, seperti dilansir United Press International, Kamis (22/11/2018).


Baca juga: Korea Utara: Sanksi AS Tidak Manusiawi

Korea Utara saat ini sedang membutuhkan sejumlah besar baja untuk proyek konstruksi nasional berskala besar, termasuk pembangunan distrik Wonsan-Kalma dan kawasan Samjiyon.

"Akibat kekurangan material baja tersebut, pembangunan saat ini tertunda," kata sumber.

Material baja konstruksi termasuk dalam barang yang terkena sanksi internasional sehingga tidak bisa diimpor secara terbuka.

"Tidak peduli seberapa besar tekanan dari pemerintah yang mendorong impor baja, tidak mudah untuk mendatangkannya dari China, kecuali jika pembayaran dilakukan di muka," lanjut sumber.

"Karena masalah ini proses pembangunan di distrik pariwisata Wonsan dan Samjiyon terpaksa ditunda," tambahnya.

Menurut sumber lain di Dandong, China, yang terlibat perdagangan dengan Korea Utara, seorang eksekutif perdagangan Korea Utara baru-baru ini telah meminta pengadaan 800 ton baja.

Pemberlakuan sanksi terhadap Korea Utara telah menimbulkan dampak yang cukup besar, terutama di bidang pembangunan negara itu.

Sebelumnya, rencana survei kereta api yang bekerja sama dengan Korea Selatan, dalam upaya menghubungkan kembali jalur rel melintasi perbatasan juga sempat tertunda.

Namun Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB pada Jumat (23/11/2018), telah memberikan kelonggaran sehingga proyek sebagai bagian dari rekonsiliasi dua Korea itu dapat segera dilaksanakan.

Baca juga: PBB Beri Kelonggaran Sanksi Korea Utara untuk Proyek Kereta Api

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber UPI
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X