Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/10/2018, 20:35 WIB

ANNAPOLIS, KOMPAS.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyarankan kepada Pemerintah Taiwan untuk meningkatkan anggaran pertahanannya sebagai langkah antisipasi terhadap serangan dari China.

Disampaikan Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS Urusan Keamanan Asia Pasifik, David Helvey dalam konferensi pers di Annapolis, Senin (29/10/2018), Taiwan harus memiliki sumber daya untuk memodernisasi militernya.

"Taiwan harus memiliki sumber daya, menyediakan material penting, penjagaan dan pelatihan penting untuk mencegah, bahkan jika perlu mengalahkan, ancaman invasi lintas selat," kata Helvey, dilansir SCMP.

Helvey mengatakan dengan gamblang, bahwa upaya pertahanan Taiwan saat ini akan menemui kegagalan, kecuali ada pertumbuhan dalam anggaran pertahanan. Demikian menurut transkrip pernyataan yang dirilis dalam konferensi industri pertahanan AS-Taiwan, pada Selasa (30/10/2018).

Baca juga: Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Pejabat itu juga menuduh China telah mencoba mengikis ruang diplomatik Taiwan di kancah internasional sambil terus meningkatkan frekuensi dan skala aktivitas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di wilayah Laut China Selatan.

Helvey menambahkan, Beijing telah meningkatkan kemampuan peralatan penyerangan canggihnya, termasuk pengebom jarak jauh.

Dia menyebut PLA telah berupaya mengakhiri era konflik militer nol di Selat Taiwan yang berlaku sejak 1949, ketika Partai Komunis China memenangkan perang sipil dan mendorong pemerintahan Nasionalis mengungsi ke pulau Taiwan.

Pernyataan Helvey muncul beberapa hari setelah Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan dan inspeksi di Provinsi Guangdong dan menyampaikan agar militernya bersiap untuk peperangan.

Menteri Pertahanan Wei Fenghe telah menyampaikan pada pekan lalu, tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah pulau ke Taiwan, yang dianggap masih bagian dari China dan tak ragu melakukan paksaan.

Antara AS dengan Taiwan telah disepakati dua paket perdagangan senjata ke pemerintahan pulau itu, yakni  sebesar 1,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 21 triliun) pada Juni 2017 dan senilai 330 juta dolar (sekitar Rp 5 triliun) pada September lalu.

Baca juga: Kongres AS Sepakati Jual Senjata Rp 5 Triliun ke Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber SCMP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.